0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

11 Oktober, Rumah Relokasi Karanganyar Diresmikan

Kepala Pelaksana Harian. BPBD Karanganyar, Nugroho (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Tanggal 5 Oktober merupakan target akhir bagi  65 keluarga untuk melakukan relokasi. Mereka adalah keluarga yang terpaksa pindah dan membangun rumah baru karena rumah lamanya terkena bencana. Namun Pemkab Karanganyar masih memberi toleransi hingga 9 Oktober, jika pekerjaan pembangunan rumah relokasi belum selesai sesuai target.

“Rencananya, rumah relokasi tersebut akan diresmikan pada 11 Oktober mendatang, dalam rangkaian kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho, Rabu (30/9).

Mereka (65 keluarga), lanjut Nugroho, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, untuk keperluan relokasi. Nilai bantuannya sebesar Rp 20 juta dari pemerintah pusat, Rp 15 juta dari provinsi dan Rp 10 juta dari kabupaten.

“Bantuan dari kabupaten sudah dicairkan, Yang dari pusat, kami sudah menandatangani nota kesepahaman untuk pencairannya. Pekan ini dananya cair.Sedangkan dari provinsi tinggal menunggu verifikasi data,” kata Nugroho.

Nugroho mengatakan, rencananya seluruh rumah relokasi akan diresmikan secara simbolis pada 11 Oktober mendatang oleh Gubernur Jateng, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Bupati Karanganyar.

“Total, rumah relokasi yang diresmikan sebanyak 171 unit. Rinciannya, 96 rumah dari relokasi tahap pertama dan 65 dari relokasi tahap kedua. Nanti peresmiannya dipusatkan di Desa Balong, Kecamatan Jenawi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, program relokasi tersebut dilaksanakan terhadap keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana alam, mulai dari tanah longsor, tanah gerak, tanah retak, hingga banjir.

Relokasi tahap pertama dilakukan terhap 96 keluarga dari berbagai desa di tiga kecamatan, yakni Tawangmangu, Jenawi dan Kerjo. Sedangkan relokasi tahap kedua terhadap 65 keluarga dari berbagai desa di Jenawi, Kerjo dan Colomadu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge