0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wawan Kendalikan Kasus Alkes via BBM, Meski di Dalam Rutan KPK

Timlo.net — Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosyah yakni Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan, masih bisa berkomunikasi menggunakan BlackBerry Messenger meski di dalam rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan mendengarkan keterangan terdakwa Dadang Prijatna di Pengadilan Negeri Tipikor, Serang, Rabu (30/9).

Dalam sidang terungkap, Wawan yang merupakan Komisaris PT Bali Pasific Pragama, melakukan komunikasi menggunakan BlackBerry Messenger kepada Manajer Operasional PT Bali Pacific Pragama Dadang Prijatna. Handphone pintar yang digunakan Wawan tersebut diketahui didapatkannya dari Staf Keuangan PT Bali Pasific Pragama, Yayah Rodiah, pada November 2013 lalu.

Terdakwa Dadang Prijatna menjelaskan, Yayah Rodiah memberikan BlackBerry (BB) kepada Wawan dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani. Selain itu, Dadang dengan detail menyebutkan beberapa inisial ID kontak yang berada di BB.

“Kata Bu Yayah itu BB dari Bu Airin. Kodenya B1 itu untuk Pak Wawan (TCW), I untuk Airin, YH untuk Yayah Rodiyah, DS untuk Dadang Supena, dan SKT untuk Sukatma,” jelas Dadang, dalam persidangan Tindak Pidana dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P 2012 senilai Rp 23,5 miliar, di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (30/9).

Dadang mengungkapkan, dirinya sering berkomunikasi dengan Wawan meski saat itu suami Airin berada di Rutan KPK. Di antara percakapan TCW dengan dirinya diminta agar tidak menyebut nama pemilik Java Medica Yuni Astuti selama pemeriksaan berlangsung.

“Lalu jangan menyebutkan bagian yang diterima Wawan sebesar 43,5 persen atas proyek pengadaan Alkes Tangsel,” ujar Dadang.

Sementara itu, Sugeng salah seorang Jaksa Penuntut KPK mengakui pihaknya kecolongan atas bisa berkomunikasinya Wawan dengan anak buahnya dari dalam rutan KPK.

“Iya kecolongan karena memang itu di luar kewenangan kami. Tapi di luar itu, seluruh data pembicaraan BBM sudah menjadi alat bukti bagi kami,” ujarnya.

Untuk diketahui sidang tersebut sudah menghadirkan 30 saksi di antaranya dari pejabat Pemkot Tangsel dan pihak swasta, seperti Wali kota Tangsel Airin Rachmi Diany, mantan Sekda Tangsel Dudung E Diredja, Kepala Dinas Pendidikan Mathodah, mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan, Uus Kusnadi dan mantan Kepala Bappeda Kota Tangerang Selatan Edi Malonda.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge