0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah Terus Merosot, Target Pajak Ikut Turun

merdeka.com

Dolar

Timlo.net — Terpuruknya nilai rupiah terhadap Dolar, membuat perekonomian masyarakat memburuk. Kondisi ini, ikut mempengaruhi target perolehan wajib pajak (WP) di Jawa Timur. Saat ini nilai rupiah berada di level Rp 14.650 per USD.

Di Kanwil Pajak Jawa Timur I yang membawahi 13 KPP Pratama Surabaya misalnya. Di Tahun 2015 ini, Kanwil Pajak Jawa Timur I harus menyelesaikan target Rp 38 Triliun. Namun, hingga akhir September ini, realisasi WP baru mencapai 56 persen saja.

Sementara di sisa tiga bulan ini, Kanwil Pajak Jawa Timur I berupaya memenuhi sisa 44 persen pemenuhan WP di Kota Pahlawan ini, salah satunya dengan terus menggelar sosialisasi dan pemberian reward terhadap perusahaan-perusahaan penyumbang WP terbesar.

“Upaya-upaya yang kita lakukan dengan cara aktif melakukan sosialisasi, mengadakan kelas pajak, memasang spanduk-spanduk dan lain sebagainya,” terang Kabid P2 Kanwil Pajak Jawa Timur I, Teguh Pribadi P, Rabu (30/9) malam.

Di acara Dialog Perpajakan KPP Pratama Surabaya Gubeng itu, Teguh menjelaskan, secara hitungan, tugas penyelesaian target Rp 38 triliun di tahun 2015 ini, sangat berat. Salah satu alasannya adalah kondisi nilai tukar rupiah terhadap Dolar melemah, yaitu Rp 14.650 per USD.

“Faktornya banyak. Salah satunya, kondisi perekonomian masyarakat saat ini, terpuruk. Nilai Dolar hampir mencapai Rp 15.000, tapi kita tetap optimis bisa mencapai target, paling tidak di 31 Desember nanti sudah bisa 80 persen. Saat ini, realisasinya, sampai September ini baru 56 persen,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala KPP Pratama Surabaya Gubeng, I Wayan Sana mengatakan, dengan menggelar dialog perpajakan, seperti yang dilakukan pihaknya malam ini, bertujuan memotivasi WP agar segera menyelesaikan pembayaran serta pelaporan pajak sesuai kondisi sebenarnya.

Di KPP Pratama Surabaya Gubeng, kata Wayan, terdapat 40 WP fiktif. Dari 40 WP itu, 98 persen berjanji siap melakukan perbaikan dan menyelesaikannya di Oktober.

“Untuk 2 persennya, mengaku sudah melaksanakannya dengan benar. Tapi itu nanti kita cek kembali,” katanya.

Nah, lanjut Wayan, dengan menggelar acara dialog seperti malam ini, bukan hanya memotivasi para WP, tapi juga menyosialisasikan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Tahun 2015 hingga 2019.

Untuk tahun ini, kata dia, kebijakannya adalah tahun pembinaan, dengan mengeluarkan paket kebijakan reinventing policy.

“Sedang di tahun 2016, arah kebijakannya adalah penegakan hukum, tahun 2017 adalah tahun rekonsiliasi, tahun 2018 adalah tahun sinergi ILAP dan 2019 adalah tahun kemandirian APBN,” tandasnya.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge