0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ekonomi Lesu, Penjualan Holcim di Soloraya Meningkat

timlo.net/setyo pujis

Corporate Communications PT Holcim Indonesia Tbk, Deni Nuryandain

Solo – Menurunnya pasar semen domestik akibat lesunya perekonomian, nampaknya tidak cukup berdampak kepada penjualan produk semen Holcim di wilayah Soloraya. Pasalnya dari data penjualan yang ada, kebutuhan semen Holcim selama bulan Agustus justru meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Meskipun secara nasional pasar semen domestik mengalami penurunan sekitar 5 persen namun untuk di beberapa kota seperti Jogjakarta dan Soloraya kita justru tumbuh, dan tetap menjadi market leader,” ujar Corporate Communications PT Holcim Indonesia Tbk, Deni Nuryandain kepada wartawan, Rabu (30/9).

Dirinya mengatakan, kebutuhan semen Holcim di wilayah Soloraya rata-rata sekitar 35-40 Ribu ton per bulan. Sedangkan khusus untuk bulan Agustus 2015 justru mengalami pertumbuhan secara signifikan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Khusus untuk bulan Agustus kemarin kita justru melampui target penjualan atau mencapai 107 persen. Jika dibandingkan bulan sebelumnya ada peningkatan sekitar 25 persen,” jelasnya.

Dari total penjualan yang ada, dia mengaku pangsa pasar semen Holcim terbesar didominasi oleh sektor swasta atau sekitar 75 persen, dan sisanya disumbang dari proyek pemerintah.

Untuk terus melakukan penetrasi pasar, pihaknya juga terus berupaya melakukan inovasi produk dan meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka pabrik baru di Tuban pada akhir Agustus yang lalu.

“Hadirnya pabrik baru ini kita harapkan bisa meningkatkan pelayanan, menjamin pasokan serta memperkuat posisi pasar,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge