0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Contoh Ide Teman, Cesar Sukses Dengan Bisnis Jualan Bunga Online

Cesar dan temannya di kebun bunga.

Dok: Timlo.net/ Cesar

Cesar dan temannya di kebun bunga.

Solo—Mencari ide untuk bisnis pribadi kadang-kadang tidak perlu melalui proses yang rumit. Hal ini bisa dicontoh dari pengalaman Cesar Rohedi, General Manager (GM) toko bunga online Prestisa. Idenya untuk mendirikan bisnis itu cukup sederhana. “Waktu itu saya melihat ada beberapa teman yang jualan bunga online, ya saya ikutan saja,” katanya saat dijumpai Timlo.net di sela-sela acara Entrepreneur Gathering 2015 – Digital Summit Start Up Festival yang digelar baru-baru ini di Move Hotel, Solo.

Pada 2012, dia lantas menggandeng dua temannya untuk ikut berbisnis bunga online itu. Dengan modal sedikit, ketiganya membuat website dan memposting foto beberapa produk bunga potong dalam bentuk hand bouquet, bunga meja, standing flower dan bunga papan. Awalnya, proses penjualan masih menggunakan cara manual. Pembeli menghubungi ponsel Cesar dan temannya untuk memesan bunga. Mereka lantas mencari florist di Jakarta untuk memesan bunga itu. Proses pengiriman bunga ke pembeli ditangani oleh toko bunga. Tahun pertama berdiri penghasilan Prestisa mencapai 10-20 juta per bulan dan  tahun pertama mencapai angka satu milyar rupiah.

Seiring berkembangnya bisnis mereka, Cesar dan teman-temannya membuat sistem pemesanan dan pembelian bunga di Prestisa menjadi otomatis. Mereka juga mulai menggandeng toko-toko bunga di Jakarta dan di kota-kota lain di Indonesia. Sekarang sudah ada sekitar ratusan florist di seluruh Indonesia. Bahkan mereka juga menggandeng para petani bunga di Bandung dan memiliki perkebunan di sana. Prestisa sekarang melayani pembelian bunga potong di seluruh Indonesia. Dari dua orang, sekarang Prestisa memiliki 11 orang pegawai.

Dengan sistem penjualan yang otomatis, proses pemesanan bunga menjadi lebih mudah dan cepat. Para florist yang menjadi pemasok diharuskan mengirim foto produk bunga yang mereka kirim dan invoice serta surat jalan. Para pemesan tidak perlu kebingungan lagi melacak pesanan mereka. Produk bunga yang dijual pun juga memiliki standar tersendiri yang diterapkan oleh Prestisa.

Sekalipun berbisnis bunga secara online, Cesar mengaku jika sebelumnya dia tidak tahu apa-apa soal bunga. “Tapi lama-kelamaan saya juga belajar, mulai dari jenis-jenisnya dan sekarang juga belajar merangkai bunga,” terang lulusan Teknik Industri Universitas Atmajaya itu.

Saat ini Prestisa berusaha menggandeng lebih banyak florist di seluruh indonesia untuk bergabung ke jaringan prestisa. “Karena disini kami  bukan hanya berjualan bunga saja melainkan membantu seluruh toko bunga di Indonesia dalam mendistribusikan bunga pesanan mereka ke seluruh wilayah di Indonesia,” terangnya. Dia menyatakan para florist yang ingin bergabung kedalam jaringan bisnisnya bisa langsung menghubungi nomor yang tersedia di situs mereka. Cesar berkata Prestisa sedang mempersiapkan program affiliasi yang diharapkan siap dalam waktu enam bulan ke depan. Tidak cukup hanya itu, Prestisa dikatakan ingin merambah pasar internasional. Target terdekat, kata Cesar adalah penjualan bunga di negara-negara Asia Tenggara

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge