0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dam Colo Ditutup, Ribuan Hektar Sawah Terancam Kering

dok.timlo.net/nanang rahadian
Salah satu pintu air di saluran Irigasi Dam Colo di Desa Nangsri (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ribuan hektar lahan persawahan di Kecamatan Jaten dan Kebakkramat, Karanganyar terancam kering. Pasalnya, Dam Colo yang selama ini menjadi andalan pengairan terpaksa ditutup untuk perbaikan dan penambahan saluran irigasi baru.

“Perbaikan selama satu bulan mulai 1 hingga 31 Oktober,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Supramnaryo, Selasa (29/9).

Dam Colo, lanjut Supramnaryo, merupakan saluran irigasi yang bersumber dari waduk Gajah Mungkur. Selama ini petani di kecamatan Jaten dan Kebakkramat mengandalkan irigasi ini sehingga bisa panen 3 kali dalam setahun.

“Kalau ditutup ya mungkin jadi 2 kali panen saja,” kata Supramnaryo.

Di Karanganyar, aliran irigasi Dam Colo bisa mengairi lahan persawahan hingga tujuh ribu hektar. Terkait penutupan Dam di Kabupaten Sukoharjo itu, Supramnaryo menegaskan, para petani sudah diberitahu dan dihimbau agar tidak menanam padi hingga datangnya musim hujan.

“Petani kita arahkan¬† untuk menanam tanaman palawija yang tidak memerlukan banyak air,” katanya.

Untuk mengantisipasi kerugian petani akibat ditutupnya Dam Colo, Distanbunhut Karanganyar terus melakukan sosialisasi ke petani terutama dikedua desa yang terdampak tersebut. Distanbunhut mencatat sebanyak 54 hektar akan terdampak paling parah akibat pengeringan tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge