0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenalkan Beras Hitam, Petani Mojogedang Pentas Ketoprak

timlo.net/nanang rahadian

Dua pemain ketoprak menyerahkan beras hitam kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono

Karanganyar — Pentas ketoprak warga Dusun Pereng, Desa Pereng, Mojogedang berlangsung meriah, Senin (28/9). Acara tersebut digelar dalam rangka ucapan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa atas panen yang berlimpah. Acara yang dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono serta sejumlah tokoh masyarakat itu juga memperkenalkan beras hitam siap ekspor produksi petani setempat.

Nggih remen. Lha dereng pernah lho. Nembe sepindah niki. Mlampah wau saking omah. Mboten tebih, kalih rencang-rencang niki. (Ya suka. Belum pernah lho. Baru sekali ini. Tadi jaln kaki dari rumah. Tidak jauh, bersama teman-teman),” tutur salah satu penonton duduk di tengah lapangan, Tuni (78) Warga Sidorejo, Mojogedang.

Camat Mojogedang, Tyas Ngambar Widyowati mengatakan, acara malam itu merupakan inisiatif petani di Mojogedang. Mereka ingin menyemangati sesama petani. Petani yang seharusnya bukan hanya memanfaatkan dan mengambil hasil bumi. Tetapi juga bisa berterima kasih kepada tanah.

“Ada agenda tersembunyi, yakni guyup masyarakat Mojogedang. Petani pernah jadi pahlawan. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat dan petani. Kami juga mengenalkan beras hitam pecah kulit dan beras merah pecah kulit. Mojogedang punya produk itu. Belum banyak yang tanam, tetapi sedang kami mulai. Pangsa pasar masih banyak,” tutur dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi acara yang digagas petani di Mojogedang. Dia optimistis kebijakan pemerintah pusat tentang larangan impor beras menjadi angin segar bagi petani. Bahkan, peluang ekspor beras hitam masih terbuka.

“Varietas beras hitam berpeluang untuk merambah pasar ekspor. Kami akan berupaya mencarikan peluang menjual hasil tani ke pasar ekspor,” tutur dia saat menyampaikan sambutan pada acara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge