0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

APK Tanpa Konstruksi, Panwaslu: Diaudit Saja

dok.timlo.net/daryono
Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Pemasangan alat peraga kampanye (APK) terus menuai kritik. Kali ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo menyoal pemasangan APK yang tidak menggunakan konstruksi sendiri.

“Mereka (rekanan) harusnya menyiapkan konstruksi sendiri. Kalau tidak menggunakan konstruksi sendiri berarti itu tidak sesuai dengan tender. Pembuatan konstruksi itu ada anggarannya. Kalau tidak ada, ya diaudit saja,” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Selasa (29/9).

Menurut Sumanta, pemasangan APK berupa spanduk di panggung iklan dinilainya tidak tepat. Seharusnya, rekanan membuat konstruksi sendiri di dekat panggung iklan tersebut.

“Memang benar kami menyepakati titik-titik pemasangannya. Tetapi mereka semestinya membuat konstruksi tersendiri, bukan menggunakan konstruksi milik Pemkot,” ujar dia.

Sumanta menyebut, pemasangan APK di panggung iklan dilakukan di banyak tempat. Berdasar hitungan Sumanta, tidak kurang dari 10 titik APK di pasang di panggung iklan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Agus Sulistyo mengungkapkan tidak ada anggaran untuk pembuatan konstruksi pemasangan spanduk. Jika dibuatkan konstruksi tersendiri, spanduk itu nanti justru lebih tepat disebut sebagai baliho. Pemasangan spanduk di panggung iklan juga sudah mendapat ijin Pemkot.

Lebih lanjut, Agus menerangkan, nilai kontrak pengadaan dan pemasangan APK sebesar Rp 247 juta. Angka itu lebih kecil dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 555 juta.

“Saat lelang, penawaran terendahnya Rp 247 juta itu,” ujarnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge