0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pulau Jawa Krisis Air Baku

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Sumber mata air mulai kekeringan (dok.timlo.net/nanin)

Solo – Direktur Pengurangan Resiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan saat ini terjadi krisis air baku di Pulau Jawa. Krisis terjadi di kawasan pesisir utara Pulau Jawa, seperti di kawasan Semarang, Indramayu dan Tegal.

“Krisis air baku ini disebabkan masuknya air laut ke dalam tanah melalui resapan-resapan. Sehingga air menjadi terasa asin. Krisis ini tidak hanya terjadi pada musim kemarau, tetapi juga musim penghujan,” ungkapnya saat mengadakan kunjungan di Solo, baru-baru ini.

Dijelaskan, beberapa titik di Kota Jakarta dan Bekasi juga mengalami banjir rob yang menyebabkan air tanah menjadi asin.

Menurut Lilik, krisis air baku ini disebabkan oleh beberapa hal, baik itu faktor alam amupun non alam. Di antaranya adalah pembukaan lahan besar-besaran yang menyebabkan lahan menjadi tandus. Hal ini bisa mengurangi filtrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah. Sehingga cadangan air baku yang ada di dalam tanah terus berkurang.

“Harus digalakkan lagi penanaman lahan kritis. Hal ini berfungsi untuk mendapatkan kembali cadangan air baku,” paparnya.

Lilik menambahkan, hampir setiap kota di Pulau Jawa memiliki lahan kritis yang perlu diselamatkan. Namun dia belum bisa merinci jumlah luasan lahan kritis yang ada di Pulau Jawa. Diakui Lilik, perlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa mengurangi resiko bencana.

“Kita harus bisa menghitung luasannya, selain upaya penyelamatan air baku, juga untuk pengurangan resiko bencana seperti tanah longsor. Perlu kerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa menyelamatkan kondisi air baku ini,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge