0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meningkat, Usulan Bantuan Beras Warga Terdampak Kekeringan

Ilustrasi (dok.timlonet/red)

Wonogiri — Untuk memenuhi usulan permintaan beras dari sejumlah desa yang terdampak kekeringan, Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Wonogiri mengajukan penambahan dana untuk pengadaan gabah atau beras untuk stok cadangan pangan pemerintah. Dana yang diusulkan pada anggaran perubahan yang baru digedok pekan kemarin sebanyak Rp 110 juta, jika dikonversikan setara 14 ton gabah.

“Selain dari cadangan pangan kabupaten kita juga ada bantuan dari Balai Pengembangan Cadangan Pangan (BPCP) BKP Propinsi Jateng,” ungkap Kepala KKP Wonogiri, Stefanus Pranowo, Selasa (29/9).

Sementara itu, kondisi ketersedian komoditas gabah dan beras dari stok cadangan pangan kabupaten hingga bulan Juli 2015 mencukupi. Untuk gabah, stok sebanyak 129,646 ton, kemudian untuk beras 3.672,120 ton.

“Jumlah tersebut merupakan akumulasi antara stok gabah dan beras yang ada di LPM, LPDM dan di gudang Bulog,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan usulan pemerintah desa dan yang telah lolos verifikasi, pihaknya telah mendistribusikan beras dari cadangan pangan pemerintah Wonogiri ,untuk Kecamatan Giritontro di Kelurahan Bayemharjo pada 18 Agustus lalu sebanyak 2,7 ton untuk 252 kepala keluarga.

Sedang pada 19 Agustus, di Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito untuk 272 kepala keluarga sejumlah 2,9 ton. Masih lanjut Pranowo, pada 21 September kemarin, dari BPCP BKP Jateng juga telah mendistribusikan beras sebanyak 5,5 ton untuk Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito.

“Berdasarkan aturan sebenarnya bantuan itu untuk 14 hari, tapi agar ada pemerataan kita jadikan 11 hari untuk tiap-tiap KK,” katanya.

Pranowo juga mengakui jika usulan permintaan bantuan beras dari wilayah terdampak kekeringan meningkat seiring musim kemarau menapaki puncaknya. Banyaknya permintaan beras dari desa, membuat pihaknya mengarahkan ke dinas lain yang juga memiliki stok bantuan beras yakni Dinas Sosial.

“Belum lama ini, ada usulan permintaan beras dari Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. Terpaksa kita alokasikan di dana perubahan, kemudian usulan dari Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro sudah disanggupi pemerintah propinsi, dan saat ini masih dalam proses lelang,” tuturnya.

Ditambahkan, titik terberat kerawanan pangan terjadi pada bulan November hingga Desember, atau pada awal tahun. Dimana pada waktu itu, para petani belum memasuki masa panen, pasalnya baru memulai bercocok tanam.

“Awal tahun kan baru tibo labuh (awal penghujan),” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge