0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Naik Gaji, Oke-oke Saja. Asal…..

merdeka.com

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Timlo.net – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku setuju dengan usulan DPRD DKI tentang kenaikan tunjangan perumahan buat anggota dewan. Ahok bahkan mengatakan, seharusnya kenaikan gaji itu juga berlaku bagi para eksekutif di pemerintahan Indonesia, seperti gaji para petinggi di perusahaan BUMN dan BUMD.

Namun Ahok menjelaskan, kenaikan gaji para pejabat itu juga harus disertai dengan pembuktian terbalik harta yang dimiliki. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi bagi rakyat atas kenaikan pendapatan tersebut.

“Saya oke-oke saja (anggota DPRD) mau naik gaji berapa. Saya sudah katakan, dari Presiden, menteri, bupati, sampai wali kota, kalau mau naik gaji enggak apa-apa, seperti BUMN dan BUMD,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/9).

“Tapi harus ada pembuktian harta. Jadi semua pejabat harus bisa buktikan hartanya dari mana. Itu baru adil. Jangan gaji naik, tapi ‘nilepnya’ masih terus jalan,” katanya menambahkan.

Ahok bahkan mengaku bingung, karena kebanyakan pejabat yang berteriak tentang kecilnya gaji mereka, justru bisa menyekolahkan anaknya sampai luar negeri. Maka dirinya mengusulkan jika kenaikan gaji sudah dipenuhi, konsekuensinya para pejabat itu wajib melaporkan harta kekayaannya kepada pemerintah.

“Tapi gaji kecil, pejabatnya kok kaya-kaya? Anaknya kuliah di luar negeri, padahal pejabat eselon IV dan eselon III. Ini yang sebenarnya jadi masalah. Gimana itu jelasinnya? Maka pelaporan harta penyelenggara negara itu harus jelas, bayar pajak berapa, biaya hidup berapa?” ujar Ahok.

Ahok menjelaskan, dalam Undang-undang Nomor 7/2006, di situ menyebutkan apabila ada penambahan harta yang gelap dan tidak jelas ditemukan terhadap para penyelenggara negara, maka harta tersebut akan disita oleh negara. Sehingga, jika ditemukan pejabat yang bergaji kecil namun hidupnya mewah, maka harus dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau Dirut Bank Mandiri kaya, jangan heran. Karena dia gajinya sebulan bisa Rp 250 Juta. Ada gaji ke-13, ada bonus gaji ke-3 bulan dan ke-4 bulan. Seperti, Dirut Ancol saja bisa dapat Rp 2 Miliar sampai Rp 3 Miliar per tahun. Kalau dia kerja lima tahun, berarti Rp 10 Miliar dong duitnya. Kalau kita kan beda, hal ini yang harus kita luruskan,” ujar Ahok.

“Kalau jadi Gubernur DKI itu enggak jelek-jelek banget gajinya. Gaji emang kecil, enggak besar. Tapi kita ada 10 kali gaji dari pajak, kita ambil uang itu untuk operasional rumah tangga,” tandasnya.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge