0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kunker ke Suriname, Ganjar Tuai Kritik

merdeka.com

Ganjar Pranowo dan Ahmad Muhibbuddin

Timlo.net — Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Riyono menilai kunjungan kerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke Suriname, Belanda, dan Jerman selama 13 hari tidak efektif.

“Kunjungan ke luar negeri seperti China yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu tidak memberikan dampak untuk pembangunan di Jateng, kalau untuk kepentingan investasi, sekarang mana buktinya,” kata Anggota Komisi B DPRD Jateng Riyono di Semarang, Senin, (28/9).

Riyono mengatakan, kunjungan kerja ke beberapa negara yang menghabiskan dana anggaraan Rp 2,3 Miliar tersebut tidak sesuai dengan program efisiensi anggaran yang selama ini dicanangkan.

“Di tengah kondisi perekonomian yang melemah, seharusnya kunjungan kerja ke luar negeri dipertimbangkan, apalagi Pak Gubernur selalu menggembar-gemborkan efisiensi anggaran di semua bidang,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Selain itu, kritik senada juga terlontar dari Anggota Komisi B DPRD Jateng dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Achsin Maruf. Dia menilai, kunjungan kerja Gubernur Jateng ke Suriname itu tidak ada urgensinya bagi masyarakat Jateng.

“Secara kualitas pendidikan dan kebudayaan, Suriname tidak lebih baik dari Jateng, kalau cuma untuk menyambung silaturahmi jangan menghambur-hamburkan uang rakyat,” ujar Achsin.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo akan melakukan kunjungan kerja selama 13 hari ke Suriname, Belanda, dan Jerman. Terhitung mulai Minggu, (27/9) hingga Jumat, (9/10). Ganjar dan jajaran SKPD Jateng akan membuka kerja sama di berbagai sektor di tiga negara tersebut, yaitu kerja sama di sektor investasi, perdagangan, industri, pariwisata, budaya, pendidikan, sumber daya alam, serta infrastruktur.

Dalam kunjungan tersebut Politisi Partai PDIP didampingi oleh sekitar 21 orang delegasi, di antaranya Ketua DPRD Rukma Setyabudi dan sejumlah pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Penamanam Modal Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, serta Dewan Kerajinan Nasional Jateng.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge