0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sragen dan Surakarta Jadi Percontohan Batas Wilayah

timlo.net/agung widodo

Bupati Sragen Agus fatchur Rahman dalam acara Temu Kerja Batas Desa/Kelurahan di Aula Sukowati Setda Sragen, Senin (28/9).

Sragen –Kabupaten Sragen dijadikan pilot project atau daerah percontohan dalam pemetaan batas wilayah desa/kelurahan tingkat nasional. Dipilihnya Sragen sebagai percontohan karena dinilai mempunyai kesiapan data yang baik. Selain itu Pemkab Sragen selama ini telah bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pemetaan wilayah desa atau kelurahan.

“Sebetulnya kami memilih kabupaten itu berdasarkan kriteria permasalahan. Sragen memiliki ketersediaan data-data tekhnis yang lengkap dan kesiapan kerja sama dengan kami,” kata Staf Ahli Bidang Geodesi dan Perbatasan BIG, Sobar Sutisna di sela-sela Temu Kerja Pelacakan Batas Desa/Kelurahan di Aula Sukowati Setda Sragen, Senin (28/9).

Sobar menjelaskan, selain Sragen, Surakarta juga dipilih untuk dijadikan percontohan batas desa, dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Sedangkan hasil dari pelacakan batas desa/kelurahan oleh tim BIG dengan Pemkab Sragen ini nantinya akan ditetapkan dalam peratuan daerah (Perda) atau peraturan bupati (Perbup).

“Tapi yang punya keahlian utuk itu adalah BIG. Kami bisa membantu untuk penataan batas desa sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyambut baik dengan dipilihnya Sragen sebagai percontohan nasional. Diakuinya selama ini memang belum pernah dilakukan pemetaan batas desa/kelurahan lantaran tidak ada tenaga ahli yang mampu melakukan.

“Dulu penentuan batas desa masih dilakukan secara tradisional. Dengan penunjukan pilot project ini, nanti batas-batas desa kita lebih akurat. Karena koordinat wilayah masing-masing ditentukan secara matemtik untuk memberikan kepastian bagi 208 desa kita,” kata Agus.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge