0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Deadlock, Rapat Penetapan KHL Kota Solo

merdeka.com

Demo buruh

Solo – Penentuan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun 2016 Kota Solo masih deadlock. Pertemuan antara Dewan Pengupahan dengan wakil buruh yang digelar Jumat (25/9) lalu tidak membuahkan hasil. Masing-masing pihak tetap bertahan dengan pendapatnya.

“Karena mengalami deadlock (jalan buntu) maka akan kami serahkan laporan ini kepada Walikota. Untuk kemudian dipertimbangkan dan diputuskan,” ungkap Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Solo, Sumartono Karjo, Senin (28/9).

Dibeberkan dia, buruh menginginkan angka KHL untuk Kota Solo naik 15,99 persen, menjadi Rp 1.417.900 dari Rp 1.222.400. Sedangkan pihak pengusaha ngotot untuk memberlakukan upah sebesar Rp 1.386.000 per bulan.

“Angka KHL itu nantinya akan menjadi dasar penetapan Upah Minimum Kota (UMK). Karena tidak mengalami titik temu, maka kami serahkan kepada walikota untuk memutuskan, sebelum dibawa ke tingkat Provinsi,” imbuhnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Suharto mengatakan, akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan pendapatnya terkait penentuan Upah Minimum Kota (UMK).

“Karena ada dua pendapat itu, kita akan meminta pertimbangan dari BPS untuk bisa menentukan keputusan mana yang akan kita ambil,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge