0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TNI di Papua Jadi Incaran Nyamuk Malaria

dok.merdeka.com

TNI

Timlo.net – Banyak TNI yang bertugas di Papua meninggal dunia. Mereka rata-rata terserang penyakit Malaria.

“Karena itu prajurit yang bertugas di Papua harus menjaga kesehatan dengan makan tiga kali sehari, serta senantiasa bergembira. Bukan obat yang harus diminum untuk mencegah terjangkitnya malaria yang disebabkan nyamuk,” kata Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian, di hadapan 1.400 prajurit TNI tergabung dalam pasukan pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) di Jayapura, Senin (28/9).

Hinsa mengatakan, anak buahnya tak perlu khawatir kesulitan membeli makan. Sebab menurut dia, negara sudah memberikan uang makan bagi prajurit.

Saat ini, lanjut Hinsa, setiap prajurit TNI diberi jatah uang makan sebesar Rp 60 ribu, dan jumlahnya relatif dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dia juga menambahkan, cara terhindar dari malaria adalah dengan tetap menjaga suasana hati dengan riang gembira, dan makan yang cukup.

Hinsa juga berpesan supaya prajurit bertugas di perbatasan tidak lengah dan waspada, serta selalu menggunakan “body sistem”. Sebab di sana masih terdapat kelompok bersenjata.

“Selain itu jadilah pengayom dan pelindung masyarakat serta tidak menyakiti hati rakyat. Gunakanlah 3 S, yakni senyum, sapa dan salam sehingga keberadaan kalian di tengah masyarakat dapat diterima dengan baik,” ucap Hinsa.

1.400 prajurit berasal dari Batalyon 411, Batalyon 406, dan Batalyon 403 akan ditugaskan di wilayah perbatasan RI-PNG. Mereka bakal disebar di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge