0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Sepakat Aksi Jalanan, Budayawan Kirimkan Surat ke Presiden

Gapura Sriwedari

Solo — Kalangan budayawan dan seniman peduli Sriwedari bakal secepatnya mengirim pernyataan sikap yang dirumuskan Tim 5 kepada berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami sepakat, bagaimanapun caranya, harus kami kirim secepatnya. Mudah-mudahan besok bisa kita proses ke Jakarta,” kata Ketua Mitra Museum, Teguh Prihadi, kepada wartawan, Minggu (27/9).

Teguh berharap, pernyataan sikap yang dikirim ke berbagai pihak termasuk Presiden Joko Widodo mendapat respon positif. Respon itu berupa adanya kepedulian akan potensi hilangnya Taman Sriwedari sebagai aset publik.

Selain itu, kalangan budayawan menegaskan tidak akan menggelar aksi jalanan menjelang sidang Aanmaning, Selasa (29/8).

“Kami tidak setuju aksi demonstrasi. Kami tidak ada aksi apapaun. Aksi yang kami lakukan sebatas aksi keprihatinan, seperti setiap 28 malam itu kita ada bedah Serat Centhini. Ya mungkin besok itu jadi bedah Serat Centhini terakhir. Kalau besok ada kegiatan lain ya itu hak mereka,” ujar dia.

Anggota Tim 5, BRM Bambang Irawan mengungkapkan berbagai langkah yang dilakukan budayawan merupakan strategi kebudayaan untuk mempertahankan Taman Sriwedari. Cara yang ditempuh dilakukan dengan cara-cara elegan dan mengedepankan etika.

“Kita mendorong adanya surat pernyataan ke Presiden RI, KemenkumHAM, Jaksa Agung, Kemendiknas, Mahkamah Agung, DPR/MPR dan lembaga negara yang terkait Sriwedari. Kami mendorong strategi kebudayaan yang humanistik dan mengedepankan tata krama,” ungkap dia.

Anggota Tim 5 lainnya, Sutarto mengemukakan, Tim 5 berpedoman pada Undang-Undang No 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya. Dengan surat yang dikirim ke pemerintah, diharapkan Sriwedari bisa kembali menjadi tanah negara dengan berbagai cara yang ada.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge