0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mobil Dibranding Tidak Langgar Aturan

timlo.net/nanin

Branding mobil paslon bupati

Boyolali – Mendekati Pilkada Desember mendatang, mobil branding pasangan calon (paslon) kepala daerah makin marak. Namun penggunaan branding tersebut ternjadi kontoversi antara panwaslu dengan pihak kepolisian. Satu sisi panwaslu melarang branding mobil, di sisi lain pihak kepolisian tidak pernah mempemasalahkannya.

”Dalam UU Lalu Lintas nomor 22 Tahun 2009 tidak ada aturan yang melarang mobil dibranding. Selama pemasangan gambar tidak menutup kaca. Bagi kami yang lebih penting, surat-surat lengkap dan tidak melanggar peraturan,” ucap Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, Minggu (27/9).

Sementara Ketua Tim Pemenangan Seno-Said, S Paryanto menyebutkan, tidak ada larangan branding mobil dalam PKPU. Sebab dalam PKPU hanya melarang soal alat peraga kampanye. Soal branding, tidak boleh dilakukan untuk angkutan, seperti bus dan angkudes. Sedangkan bagi mobil pribadi sangat tidak masalah.

“Saya justru ingin bertanya ke Panwaslu, dasarnya apa melarang mobil dibranding,” ujar Paryanto.

Untuk saat ini, mobil paslon Seno-Said, yang merupakan milik pribadi relawan dan pendukung paling banyak bermunculan di Boyolali. Saat ini bahkan tercatat ada ratusan mobil dibranding.

Sebelumnya, Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, mengatakan mobil dibranding melanggar aturan PKPU.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge