0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringatan Hari Tuli se-Dunia, Orang Tua Diajak Gunakan Bahasa Isyarat

timlo.net/daryono

Aksi pantomim gerkatin memperingati Hari Tuli se-Dunia

Solo — Memperingati Hari Tuli se-Dunia, 27 September 2015, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Solo menggelar aksi di Car Free Day (CFD), perempatan Ngarsopuro, Minggu (27/9). Mereka mengajak orang tua yang anaknya tunarungu untuk menggunakan bahasa insyarat dalam berkomunikasi.

Aksi Gerkatin diisi dengan berbagai aksi antara lain penampilan baca puisi, pantomim dan stand bahasa isyarat. Stand ini memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin belajar bahasa isyarat.

“Penggunaan bahasa isyarat oleh orang tua kepada anaknya yang tuli masih kurang. Kebanyakan orang tua berkomunikasi dengan anaknya secara oral, menggunakan bahasa mulut,” kata Ketua Pelaksana Peringatan Hari Tuli se-Dunia, Stefanus Indra Adi Kusuma, kepada wartawan, melalui penerjemah Bayu Gilang Nugraha, di sela acara.

Lantaran itu, tema peringatan Hari Tuli se-Dunia tahun ini mengambil tema “Dengan Hak Berbahasa Isyarat, Anak-anak Kita Bisa,”. Peringatan difokuskan pada ajakan penggunaan bahasa isyarat, terutama penggunaan bahasa isyarat kepada anak-anak tuna rungu.

Selain dilakukan di Solo, lanjut Stefanus, peringatan Hari Tuli se-Dunia juga dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia. Namun, bentuk aksinya berbeda-beda di tiap kota.

“Selain di Solo, digelar aksi juga di Semarang, Jogja dan kota lainnya,” ungkap dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge