0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Paedofil Incar Tiga Wilayah Ini

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Mengejutkan, Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang daerah wisatanya sering dikunjungi pelaku kejahatan seksual terhadap anak (Paedofil).

“Riset selama tiga tahun terakhir dari 2012-2014 itu Indonesia secara keseluruhan menjadi paling utama atas untuk daerah tujuan wisata pelaku kejahatan seksual. Khususnya untuk kejahatan seksual anak,” kata Country Manager Indonesia Terre Des Hommes, Sudaryanto, Jumat (26/9).

Dia mengungkapkan, negara selanjutnya setelah Indonesia yakni Singapura dan Malaysia, yang berada di urutan kedua dan ketiga. Di Indonesia sendiri, Sudaryanto menyebut, daerah yang sering dikunjungi paedofil adalah Batam, Lombok dan Bali.

“Umumnya mereka mengincar tempat-tempat di mana penegakan hukumnya lemah, penegakan hukumnya tidak kuat, mereka akan masuk ke situ,” papar dia.

Khusus pelaku paedofilia, Bali masih jadi sasaran utama. Sasaran paedofil ini terutama pada daerah wilayah yang latar belakang perekonomiannya rendah.

“Jadi kalau suplainya ada, ditambah penegakan hukum lemah, mereka akan datang ke situ,” tambah Sudaryanto.

Dia menjabarkan tiga kategori seseorang menjadi pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang sering datang menyambangi berbagai daerah di Indonesia dengan kedok wisata.

Pertama, sifatnya memang pedofilia karena penyimpangan seksual. Mereka umumnya menarget anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Kedua, prefensial. Dia merupakan pelaku terhadap kejahatan anak yang memang lebih menyukai anak-anak dengan alasan tertentu. Misalnya mereka menganggap anak-anak itu lebih bersih, belum tercemar banyak penyakit. Ada juga prefensialnya karena motif keperawanan.

Ketiga, motif situasional atau oportunistik.

“Jadi mereka sebenarnya tidak secara khusus menarget anak-anak, tetapi kalau memang banyak anak-anak yang bisa dieksploitasi, maka mereka akan melakukan itu,” ulasnya.

Untuk itu, Sudaryanto menyoroti pentingnya penegakan hukum bagi Indonesia.

“Kita harus memperbaiki penegakan hukum kita. Ada banyak pelaku kejahatan pedofil yang tidak bisa dipidana dengan berbagai alasan,” ungkapnya.

Salah satunya, kata dia, adalah penegak hukum yang bersifat pasif menunggu laporan. Jadi peluang bagi para pelaku kelainan seks yang cenderung menyukai anak-anak ini.

“Intinya, sektor hukum harus ramah dan menghormati anak-anak,” demikian Sudaryanto.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge