0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Warga Musuk Alami Kekeringan

foto: Nanin

Masyarakat Desa Lampar, Musuk,antri bantuan air bersih

Boyolali – Sebanyak 1.600 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lampar, Musuk, menglami kekeringan. Mereka terpaksa harus membeli air bersih di musim kemarau ini. Harga air bersih pertangki dengan kapasitas 5.000 liter mencapai Rp 120 Ribu.

“Satu tangki air biasanya digunakan sekitar 15 hari,” kata Kepala Desa Lampar, Dwi Sugiyanto, Sabtu (26/9).

Air tangki, dibeli dari pihak swasta di wilayah Kabupaten Klaten. Diakui Dwi, sebetulnya di wilayahnya ada satu sumur dalam bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Hanya saja, sumur dalam yang berada di wilayah Dukuh Soka itu sudah lama tak dapat difungsikan.

“Setelah dibuat, hanya bertahan satu musim saja, setelah itu tidak bisa digunakan lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, sumur yang memiliki kedalaman hingga 220 meter itu debitnya kecil dan mesin pompa diesel yang digunakan tak mampu menyedot secara maksimal. Saat ini, sumur dalam dibiarkan mangkrak. Sementara selama musim kemarau ini, desanya baru mendapat bantuan droping air sebanyak 10 tangki dari Pemkab.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge