0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Olah Sampah Putri Cempo, Pemkot Kaji 2 Opsi

dok.timlo.net/achmad khalik
TPA Putri Cempo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Usai gagal dalam dua kali tender pengolahan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Pemkot Solo berupaya mengkaji dua opsi pengelolaan baru. Opsi pertama adalah kerjasama dengan salah satu perusahaan dari Amerika Serikat. Sedangkan opsi lain adalah mengadakan lelang ulang pengelolaan sampah.

“Ada dua opsi, kerjasama dengan perusahaan Amerika, modelnya pilot project, opsi selanjutnya adalah lelang ulang,” ungkap kepala Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo, Hasta Gunawan, Sabtu (26/9).

Dikatakan, proyek percontohan dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam itu berjangka waktu minimal 10 tahun. Karenanya, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tentang regulasi kerjasama.

“Ya untuk berhati-hati saja, jangan sampai menyalahi aturan. Kalau model pengelolaan yang dtawarkan ini cukup menarik dan realistis,” paparnya.

Sedangkan opsi kedua, Hasta mengatakan selama ini kebijakan tiping fee dianggap sebagai faktor utama investor tak melirik lelang pengelolaan sampah.

“Kalau menggunakan tipping fee anggarannya bisa mencapai Rp 40 miliar per tahunnya. Kami tidak bisa mengandalkan APBD untuk memenuhi tipping fee itu, karenanya mungkin kita akan minta bantuan pemerintah pusat,” kata dia.

Seperti diberitakan, lelang pengelolaan sampah Putri Cempo mengalami kendala lantaran tidak ada investor yang berminat. Hal ini disebabkan penghapusan tipping fee atau biaya dari pemerintah daerah kepada investor sebagai jasa pengelolaan sampah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge