0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Mobil Bekas Tak Lagi Mentereng

dok.timlo.net/setyo pujis
Pasar mobil bekas (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Hadirnya berbagai produk mobil murah ramah lingkungan atau yang populer disebut Low Cost Green Car (LCGC) yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan ini, sepertinya cukup memberikan dampak tersendiri bagi pasar mobil bekas. Ditambah adanya perlambatan ekonomi yang berakibat kepada menurunnya daya beli masyarakat juga ikut memperparah bisnis tersebut.

Menyikapi kondisi itu, tak banyak yang bisa dilakukan para pelaku bisnis di dalamnya selain pasrah. Bahkan tak sedikit dari mereka yang terpaksa gulung tikar dan beralih profesi karena bisnis jual beli mobil bekas dianggap kurang menguntungkan jika terus dipertahankan.

Pemilik showroom mobil bekas, Karya Mandiri, Gatot Suseno saat ditemui Timlo.net, belum lama ini mengatakan, jika kondisi anjloknya pangsa pasar mobil bekas yang terjadi sekarang ini paling parah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika sebelumnya dalam sebulan kita mampu menjual 15 unit mobil, untuk saat ini berhasil menjual lima unit mobil saja sudah untung,”ujarnya.

Menurutnya, kondisi pelemahan pasar mobil bekas sudah terjadi sejak maraknya produk mobil murah dijual dimasyarakat. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, penurunan pasar mobil bekas bisa mencapai sekitar 60 persen.

“Sejak adanya produk LCGC itu perilaku konsumen mulai bergeser. Dari yang biasanya suka dengan mobil bekas menjadi pindah ke mobil murah. Mengingat tahun pembuatanya lebih baru,” jelasnya.

Untuk menyikapi kondisi itu, ia mengaku tak banyak yang bisa dilakukan. Menurunkan harga barang akhirnya menjadi pilihan yang tak bisa dihindarkan. Karena hanya dengan menggunakan cara demikian, setidaknya bisnis bisa tetap berjalan.

“Ditambah dengan adanya penurunan daya beli masyarakat seperti saat ini, menyebabkan harga mobil bekas semakin terpuruk. Penurunan harga bisa mencapai 10-20 persen jika dibanding kondisi normal,” ungkapnya.

Sementara itu, maraknya situs jual beli online yang banyak digunakan para pelapak untuk menawarkan barang dagangnya ikut mempengaruhi bisnis mobil bekas. Tidak sedikit para konsumen yang mengacu pada harga yang tertera dalam situs tersebut.

“Meskipun disisi lain mampu memudahkan promosi dagangan, namun karena situs online juga kita menjadi kesulitan mematok harga jual,” tandasnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainya. Karyawan showroom mobil bekas Setia Aria, Aminingsih mengatakan, menurunnya daya beli masyarakat akibat lesunya pertumbuhan ekonomi menjadi pemicu utama penjualan mobil bekas menurun. Untuk menyiasati kondisi tersebut, berbagai strategi telah dilakukan. Di antaranya adalah dengan menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.

“Karena kebanyakan yang melakukan pembelian disini adalah dari para pelanggan. Sehingga dengan adanya hubungan baik dengan mereka kita harapkan bisa menekan penurunan pasar,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge