0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aset Disdikpora Karanganyar Terancam Hilang Rp 4,4 Miliar

dok.timlo.net/nanang rahadian
(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Aset milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar senilai Rp 4,4 miliar terancam hilang. Pasalnya, sejumlah Kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK negeri di Kabupaten Karanganyar selaku pengguna dan pengelola aset Disdikpora tidak mencatat aset yang rusak.

“Aset Disdikpora Karanganyar sempat hilang Rp 4,4 miliar. Belum semua kepala sekolah memahami pentingnya pendataan aset,” kata Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Haryanto, Jumat (25/6).

Oleh karena itu, Agus berharap sosialisasi pengelolaan aset barang milik daerah (BMD) dan barang persediaan yang sering dilakukan Pemkab dapat membantu kepala sekolah dalam mengelola aset.

“Barang-barang ada tapi rusak dan enggak dicatat. Ada juga yang salah memasukkan klasifikasi. Kurang paham surat pertanggungjawaban juga bisa. Kepala sekolah harus paham penertiban dan pencatatan aset. Ini kesempatan memahamkan,” jelas Agus.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjelaskan, total nilai aset Disdikpora Karanganyar Rp 68 miliar. Namun, hasil audit badan pemeriksa keuangan (BPK) tahun 2014 menyatakan aset Disdikpora Karanganyar hilang Rp 4,4 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berupaya menemukan aset.

“Mungkin barang masih ada tapi karena ada kesalahan pengelolaan aset jadi terlihat banyak aset yang hilang,” kata Rohadi.

Di sisi lain, Pemkab berkepentingan dengan opini laporan hasil keuangan (LHP) BPK, wajar tanpa pengecualian (WTP). Pemkab sempat terganjal mendapatkan WTP tahun 2014 karena masalah pendataan aset.

“Kalau dapat WTP, kami dapat dana insentif daerah (DID) Rp 40 miliar. Itu untuk pendidikan. Kalau hanya wajar dengan pengecualian (WDP) ya Rp 20 miliar. Yang punya dampak langsung pendidikan,” jelanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge