0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KSMS Angkat Lakon Pangeran Diponegoro

Salah satu penampilan Ketoprak Seniman Muda Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dalam rangka menumbuhkembangkan dan menggelorakan semangat kebangsaan, Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS), Sabtu (26/9), di Gedung Kesenian Taman Balekambang, akan mengangkat kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro.

“Lakon ini sengaja kami pilih, karena  nilai-nilai kepahlawanan dan patriotisme di kalangan pejabat dan masyarakat mulai luntur, ego sektoral dan pribadi yang semakin  menonjol dan dominan. Sikap seperti itulah yang ingin kami sentil lewat pertunjukan ketoprak, yang tidak hanya sekadar media hiburan dan tontonan semata, tetapi kami berharap ketoprak bisa menjadi media pembangkit rasa nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara,” kata Koordinator KSMS, Tatak Prihantoro, Jumat (25/9).

Dijelaskan, lakon Pangeran Diponegoro merupakan kisah heroik, perang terbesar di Pulau Jawa  (1825-1830), menelan banyak korban, baik pihak Belanda maupun masyarakat pribumi. Tercatat kurban di pihak Belanda 20.000 pasukan tewas dan kerugian materi tercatat 20 juta gulden.

Perang  Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo.  Saat itu, Pengeran Diponegoro, memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge