0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rupiah Makin Terperosok

.dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Nilai rupiah masih belum menunjukkan tanda-tanda menguat. Pada perdagangan Rabu (23/9), nilai tukar menyentuh titik terendah Rp 14.671 per USD. Melansir data Bloomberg index, siang ini pukul 11.17 WIB nilai tukar Rupiah sudah turun tipis ke Rp 14.655 per USD. Pahal kemarin, nilai tukar Rupiah masih berada di level Rp 15.509 per USD.

Analis NH Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, laju Rupiah kembali mengalami pelemahan karena adanya penurunan pada harga komoditas di pasar spot berjangka. Kemudian ini berimbas pada terapresiasinya (menguatnya) laju USD. Akibatnya laju Rupiah secara tidak langsung mengalami pelemahan.

“Laju anomali Rupiah tentunya dapat mempengaruhi arah dan tren selanjutnya dari Rupiah,” jelas dia.

Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti memprediksi nilai tukar Rupiah tidak akan menembus level Rp 15.000 per USD hingga akhir tahun nanti. Destri menyebut, nilai tukar akan berada dilevel Rp 14.500 hingga Rp 14.8000 per USD.

“Kita setuju pertumbuhan ekonomi 4,8 persen tahun ini. Kalau kurs dilevel Rp 14.500 – Rp 14.800 per USD,” ujarnya.

Destry menjelaskan, masih terus melemahnya nilai tukar Rupiah terjadi karena dua sebab. Pertama, China yang masih diperkirakan melemahkan mata uangnya. Selain itu, mendekati akhir tahun, permintaan dolar AS semakin tinggi untuk pembayaran utang yang jatuh tempo

“Kebutuhan tiga, empat bulan untuk bayar utang,” jelas dia.

Senior Ekonom Bank Mandiri, Aldi Taloputra meramal ekonomi global akan segera membaik, namun tidak secepat dari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perlambatan ekonomi China dan kondisi Amerika Serikat.

“Sebab, perlambatan China bisa mengganggu pemulihan di AS. Bahkan, arah ekonomi China belum jelas. Hal inilah yang menjadi acuan dari The Fed untuk tidak menaikkan suku bunganya,” kata Aldi.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge