0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kecewa Dengan PDIP, Banteng Ketaton Sebut Ada Pengkianat

timlo.net/agung widodo

Rapat Komite Penyelamat Partai (KPP) Banteng Ketaton di Sragen, Selasa (22/9)

Sragen – Puluhan mantan pengurus koordinator kecamatan (Korcam) atau sekarang disebut pengurus anak cabang (PAC) PDIP Sragen mengaku sangat kecewa dengan DPC PDIP Sragen di bawah kepemimpinan Bambang Samekto. Mereka menilai ada upaya pengkianatan dari DPC PDIP Sragen dalam Pilkada 2015.

“Kami harus ambil sikap, akan kami laporkan kepada DPP PDIP bukti-bukti adanya pengkianatan tersebut,” kata Koordinator Komite Penyelamat Partai (KPP) Banteng Ketaton, Didik Cahyono usai rapat konsolidasi di Sragen, Selasa (22/9).

Didik Cahyono yang juga mantan Wakil Sekretris DPC PDIP Sragen tersebut menyatakan, KPP Banteng Ketaton dibentuk lantaran adanya rasa kecewa terhadap DPC dalam menyikapi Pilkada. Pengurus DPC dinilai tidak mempunyai persepsi yang sama dalam mengajukan calon bupati. Demikian juga saat turun rekomendasi untuk Sugiyamto dan Joko Saptono (Suko).

“Harusnya pimpinan DPC itu tanggap akan situasi ini. Bahkan sebelum turun rekomendasi dulu, para kader dibiarkan jalan sendiri-sendiri. Ketika terbit SK rekomendasi DPC juga setengah hati bergerak,” kata Didik.

Didik mengungkapkan, kejadian ini sudah kedua kalinya dilakukan dalam menyikapi Pilkada. Sebelumnya pada Pilkada 2011 lalu, cabup-cawabup yang diusung PDIP, yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Mintobasuki (Yuda) kalah dengan pasangan Agus Fatchur Rahman-Daryanto (ADA).

“Pada Pilkada 2011, PDIP mengusung Yuda, tapi faktanya kalah. Padahal saat itu diusung 33 kursi di DPRD. Bukan tidak mungkin pada 9 Desember mendatang akan terjadi pengkianatan yang serupa. Apalagi Pilkada ini Suko hanya diusung 14 kursi,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge