0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disnakkan Temukan Kambing Kurban Belekan

Periksa hewan kurban
Petugas dari Disnakkan Sragen memeriksa hewan kurban di Kampung Teguhan, Kecamatan Karangmalang, Sragen ()

Sragen – Masyarakat diminta mewaspadai adanya hewan kurban yang berpenyakit dan cacat sebelum membeli hewan. Dari pemeriksan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen ditemukan ada hewan kurban yang berpenyakit belek dan belum poel.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita menemukan dua kambing yang belekan, tapi tadi sudah kita berikan salep ke penjualnya agar diobati. Yang sakit kita sarankan agar dipisah dengan yang lain,” kata petugas kesehatan hewan Disnakkan Sragen, drh Suprapto, Selasa (22/9).

Suprapto menjelaskan, untuk pemilihan hewan kurban harus benar-benar sehat dan sudah poel (gigi sudah tanggal) atau kalau untuk kambing sudah berumur lebih dari setahun. Dia mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih, sebab untuk poel sendiri ada poel alami dan poel trauma atau disengaja.

“Kalau poel alami itu pada giginya tidak ada bekas luka, tapi kalau poel trauma ada bekasnya dan tumbuh giginya lebih lambat. Makanya kalau beli kambing harus dicek dulu giginya,” jelasnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, harga kambing kurban cenderung meningkat dibanding tahun lalu. Untuk kambing jenis jawa randu harga sekitar Rp 2 juta – Rp 2,5 juta, kamibing jawa kacang Rp 1,7 juta, kambing gembel Rp 1,7 juta – Rp 2 juta dan peranakan etawa Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Ada peningkatan harga. Tahun kemrin kondisi ekonomi juga lumayan dibandiug tahun ini. daya beli masyarakat juga berkurang,” kata Suwarni (33), penjual kambing di Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen Wetan, Karangmalang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge