0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biaya Piala Kemerdekaan, Persis Tagih Tim Transisi

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Humas NPC Indonesia, Heri 'Gogor' Isranto (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Meskipun hingar bingar Piala Kemerdekaan telah berakhir dengan melahirkan PSMS Medan sebagai juaranya, ternyata masih meninggalkan permasalahan. Sejumlah panitia pelaksana (Panpel) saat babak penyisihan mengklaim belum mendapatkan ganti rugi dari Tim Transisi.

Panpel Persis Solo yang menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup C, secara terang-terangan mengumumkan biaya hingga Rp 300 juta lebih yang belum diganti oleh Tim Transisi selaku penyelenggara Piala Kemerdekaan. Beban tersebut meliputi sewa stadion, keamanan, kesehatan, transportasi lokal, hingga sarana pendukung lainnya.

Melalui Ketua Panpel Persis Solo, Heri ‘Gogor’ Isranto, beban biaya operasional selama delapan kali pertandingan di Manahan telah mencapai lebih dari Rp 800 juta. Sementara yang sudah masuk sebesar Rp 400-an juta dari pendapatan bersih tiket penonton Rp 300 juta, ditambah Rp 150 juta dari Tim Transisi sebelum turnamen.

“Sementara yang terbayar lainnya kami yang menalangi dulu. Tim Transisi belum bisa memenuhi kewajibannya kepada panpel Persis Solo sampai saat ini. Padahal informasi terakhir kemarin Sabtu (19/9), Minggu kemarin akan cair, tapi nyatanya belum ada,” ujar Heri Isranto, Selasa (22/9).

Heri menambahkan, CEO Persis (Paulus Haryoto —Red) juga sempat berkomunikasi dengan pihak Tim Transisi, yakni Andreas dari staf Kemenpora. Namun dijawab dengan alasan dana pihak sponsor belum cair.

“Tapi sponsor yang mana kami juga tidak tahu. Panpel di Madiun sempat berkomunikasi dengan kami mengaku juga belum dibayar, tapi justru di Serang yang sudah dibayar menurut informasi,” tambahnya.

“Kami mengimbau kepada Tim Transisi, sudah satu bulan kami menunggu, mohon segera dicairkan. Karena itu waktu yang lama bagi kami. Sebelumnya memang ada kesepakatan setelah menjadi tuan rumah hak Panpel diberikan, tapi kami menghormati pelaksanaan Piala Kemerdekaan diselesaikan terlebih dulu,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge