0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Bangun Pangkalan Militer di Laut Cina Selatan

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Indonesia akan membangun landasan pesawat di pulau terluar sekitar Laut Cina Selatan. Pembangunan tersebut diperlukan guna memudahkan mobilitas TNI untuk menjaga wilayah rawan konflik.

“Karena ada pendapat ahli bahwa wilayah yang berpotensi terjadi kerusuhan dunia di Laut Cina Selatan ketika Tiongkok bentrok dengan negara lain seperti Amerika misalnya. Itu berada di beranda kita. Kita harus siap,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya, Selasa (22/9).

Dalam RAPBN tahun 2016 Kemenhan yang semula berjumlah Rp 102 Triliun kini turun menjadi sekitar Rp 90 Triliun itu juga akan diperuntukkan untuk membangun pangkalan militer. Namun, anggaran tersebut, kata Tantowi, sesungguhnya jauh dari kata ideal.

“Apa yang diusulkan Kemenhan jauh dari kategori ideal dalam rangka pertahankan keamanan, tapi sesuai kemampuan APBN,” ujarnya.

Apalagi, Politikus Golkar ini menilai usulan pembangunan pangkalan militer di Kepulauan Natuna yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan bukanlah sebuah upaya provokatif terhadap negara lain. Namun, sebagai wujud peningkatan menjaga pertahanan negara.

“Kemudian juga kalau penjelasan dari penjelasan Kemenhan kemarin itu kan soal pelatihan rakyat yang ada di situ dalam rangka bela negara, tapi itu harus ada payung hukumnya. Tapi penjelasan Menhan logis, karena wilayah itu jauh sekali. Payung hukumnya nanti UU bela negara,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut anggaran pihaknya untuk tahun 2016 akan diprioritaskan untuk membangun landasan pesawat terbang di Pulau terluar sekitar Laut Cina Selatan. Pembangunan landasan tersebut, kata dia, guna memudahkan mobilitas TNI menjaga daerah tersebut yang ia sebut rawan terjadi konflik.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge