0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kuota Impor Sapi Dikurangi, Australia Kecewa

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Kuota impor daging sapi Indonesia ke Australia turun, dari 250.000 ekor pada kuartal II menjadi 50.000 ekor sapi untuk kuartal III. Keputusan ini sontak menggegerkan sektor pertanian Australia. Pasalnya, Australia merupakan penjual sapi terbesar ke Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb, Selasa (22/9). Pemerintah Australia lantas mengisyaratkan pada Indonesia untuk melakukan perubahan besar dalam perjanjian ekspor sapi hidup dengan Indonesia, menyusul kecaman atas sistem saat ini oleh para peternak dan eksportir sapi Australia.

Andrew Robb mengatakan eksportir kecewa dengan sistem per kuartal yang menyebabkan para peternak rugi ketika jumlah pemesanan turun. Para peternak merasa bahwa kuota tahunan akan memberi mereka jaminan lebih pasti dan perlindungan terhadap permintaan musiman yang berfluktuasi.

Robb mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Selasa bahwa, menyusul pembicaraan dengan pejabat pemerintahan Indonesia, ada kemungkinan untuk perubahan ke pengaturan jangka panjang.

“Saya sudah melakukan beberapa pembicaraan sangat baik dengan rekan saya dan menteri lainnya. Ada pandangan bahwa kita perlu stabilitas jauh lebih banyak,” kata Robb.

“Ada kesepakatan kuat antara kita bahwa ada kebutuhan untuk kembali ke macam pengaturan yang diterapkan beberapa tahun lalu di mana ada kuota untuk jangka lebih lama diumumkan sehingga industri yang bisa mempersiapkan untuk itu.”

Kemarin, Andrew Robb melakukan kunjungan ke Indonesia. Pada kunjungannya ini Robb mendatangi sejumlah kementerian antara lain Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Dia mengatakan kunjungannya ke Indonesia juga sebagai promosi Pekan Bisnis Indonesia Australia pada 17-20 November mendatang. Robb akan kembali ke Indonesia bersama dengan lebih dari 200 pebisnis sebagai bagian dari delegasi bisnis Australia terbesar yang pernah ada.

“Hubungan kami dengan Indonesia adalah yang paling penting dan kunjungan ini menghadirkan kesempatan untuk bertemu tokoh-tokoh ekonomi utama dan untuk mengeksplorasi peluang-peluang baru guna meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kita,” ungkapnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge