0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ramalan Jitu: Siapa Gubernur DKI Mendatang?

dok.merdeka.com

Ruhut Sitompul

Timlo.net – Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengungkap prediksinya dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Menurut dia, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal kembali memimpin Jakarta di 2017 mendatang.

Ruhut mengaku sudah sejak lama ramalannya ini tepat. Dia mengklaim dahulu pernah memprediksi Soeharto hingga Jokowi menjadi presiden, dan ramalannya selalu tepat.

“Saya kalau meramal tidak pernah salah, dulu ramalan presiden ke depan tepat semua. Buktinya saya sudah sejak lama meramal Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jokowi akan menang. Ahok tentu akan menang juga,” kata Ruhut, Senin (21/9).

Jika melihat ke belakang, memang orang-orang yang didekati Ruhut selalu sukses menjadi pemenang. Misalnya saja Jokowi, meski partainya Demokrat menempatkan posisi penyeimbang di pilpres, Ruhut yakin Jokowi bakal menang.

Sebelum ini, Ruhut juga pernah memprediksi Anas Urbaningrum bakal menang di Kongres Demokrat 2010 di Bandung. Saat itu, calon kuat adalah Andi Mallarangeng, bahkan putra SBY, Ibas menjadi timses Andi kala itu.

Namun benar saja prediksi Ruhut, Anas berhasil menang jauh dari Andi. Meskipun belakangan, Anas harus masuk bui karena terbelit kasus korupsi Hambalang.

Ruhut menilai, bahwa mantan Bupati Belitung itu mempunyai jumlah pemilih tetap yang besar di DKI. Nantinya, mereka akan memberikan suara yang banyak di Pilgub.

“Ahok dipilih rakyat, dia mempunyai pemilih yang setia. Mereka merasa terlindungi dengan keberadaan Ahok. Buktinya, KawanAhok telah berhasil meminta tanda tangan ratusan ribu warga Ibu Kota agar ia terpilih secara independen,” katanya.

Menurutnya, bermunculannya kandidat calon Pilgub dari berbagai kalangan belum dapat mengalahkan kapasitas Ahok dalam memimpin ibu kota.

“Tapi di media seakan dibanding-bandingkan dengan kandidat lain kalah. Jadi main keroyokan gitu, padahal nggak mungkin ada pecah suara, yang nggak senang paling yang kanan-kanan (kalangan agama), tetapi mereka juga akan mendukung. Janganlah pemilihan agama kaya gitu, di era demokrasi, tapi yang pasti Ahok menang walaupun calon independen,” katanya.

Ia mengatakan permasalahan Ahok hanya dalam gaya kepemimpinannya yang dinilai tegas dan gemar mengumbar kata-kata kasar. Meskipun begitu, gaya kepemimpinan dapat ditutupi dengan kerja kerasnya memimpin Jakarta.

“Masalah dia, cuma soal diplomasi saja yang terlalu kasar. Kalau soal supel bisalah nanti saya kasih tahu. Saya itu sahabatnya Ahok, kalau mau tanda tangan nanti saya kasih deh,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan memberikan dukungan kepada Ahok sebagai pimpinan Jakarta kapasitasnya sebagai individu. Sedangkan Partai Demokrat yang menaunginya belum mengambil sikap dalam mendukung salah satu calon kandidat Pilgub yang kini ramai di media.

“Kalau partai demokrat belum menentukan. Itu pendapat saya sebagai individu saja,” jelas dia.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge