0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angkat Tangan Panggil Sri Mulyani, Panwaslu Limpahkan ke Gakumdu

timlo.net/aditya wijaya

Cabup cawabup Klaten yang diusung PDIP Klaten, Sri Hartini (kiri) dan Sri Mulyani (kanan)

Klaten — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Klaten tidak bisa menjadwalkan ulang pemanggilan kepada pasangan calon (paslon) calon wakil bupati (cawabup) nomor urut 3, Sri Mulyani. Pasalnya, pemanggilan dilakukan pada hari terakhir batas waktu kasus dugaan pelanggaran kampanye ditemukan.

“Jika dalam tujuh hari alat bukti dan saksi belum lengkap maka kami tidak bisa melanjutkan proses penindakan,” ungkap Ketua Panwaskab Klaten Wandyo Supriyatno, Senin (21/9).

Dugaan pelanggaran bermula saat acara evaluasi 10 Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Keden dan Troketon, Kecamatan Pedan, Senin (14/9). Sebagai istri Bupati Klaten Sunarna, Sri Mulyani sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Klaten memperkenalkan diri sebagai cawabup.

Kemudian, Jumat (18/9), pihaknya meminta keterangan tiga anggota Panwascam Pedan dan satu orang Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL). Namun, Panwascam menyatakan apa yang disampaikan Sri Mulyani di evaluasi PKK tidak termasuk dugaan pelanggaran kampanye. Sebaliknya, PPL menyebutkan perkenalan diri Sri Mulyani sebagai cawabup sudah termasuk kampanye terselubung.

“Meski saat dipanggil tidak datang, bukan berarti kasus yang dilaporkan hangus begitu saja. Karena temuan tersebut akan diteruskan ke Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu). Jika terbukti ada pasal pidananya maka akan dilimpahkan ke pihak kepolisian, sedangkan jika administratif masuknya ke KPUD,” ujar Wandyo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge