0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembobolan Kantor TDC, Kapolres : Ini Kelalaian Pimpinannya

dok.merdeka.com
Ilustrasi pencuri (dok.merdeka.com)

Wonogiri – Polres Wonogiri masih terus menyelidiki pembobolan kantor Telkomsel Distribusi Center(TDC) Brumbung, Selogiri. Keterangan sementara, office boy (OB) yang merangkap satpam tidak melihat pelaku secara langsung. Sehingga diketahui secara pasti ciri-ciri pelaku.

“Dari keterangan saksi yakni OB kantor TDC, dia melihatnya dari jauh saja, katanya ada empat orang pelaku di dalam kantornya,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Senin (21/9).

Menurutnya, total kerugian yang ditimbulkan akibat pencurian itu sekitar Rp 135 Juta, bukan seperti yang diperkirakan semula yakni Rp 470 juta. Kawanan maling tersebut menggondol brankas bukan merusak brankas. Pelaku diperkirakan kabur ke arah Klaten menggunakan Avanza Veloz warna silver.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres tetangga, dan juga melakukan cek ke Samsat terkait plat nomor kendaraan pelaku.

“Sedangkan kronologi kejadiannya, sekitar pukul 04.10 WIB, alarm berbunyi di kantor Telkomsel di Semarang. Kemudian dari Semarang telepon ke pimpinan Telkomsel yang di Wonogiri. Kemudian, pimpinan yang di Wonogiri menelepon OB yang merangkap sebagai satpam untuk mengecek, kenapa alarmnya kok berbunyi. Lalu pukul 04.40 WIB, si OB mendatangi kantor,” jelas Kapolres.

Dikatakan, ketika saksi tiba di kantor, melihat ada orang dan mobil yang masuk ke kantor TDC. Seharusnya saksi membangunkan warga sekitar atau lapor polisi, tapi justru OB tersebut ke rumah pimpinannya. Ssetelah sampai rumah pimpinannya baru bersama-sama ke kantor.

“Barulah, sekitar pukul 05. 00 WIB, keduanya tiba di kantor, tapi pelaku sudah kabur,” katanya.

Ditandaskan, peristiwa ini adalah kelalaian pimpinannya. Sebab, pimpinan tidak mau menggunakan tenaga satpam, padahal ada uang yang cukup besar nilainya di dalam kantor.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge