0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepsek SMPN 1 Ngawen Bantah Pungut Seragam

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Klaten — Kepala sekolah (kepsek) SMPN 1 Ngawen, Klaten membantah tudingan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Klaten (Formas Pepak) terkait pengadaan pungutan uang seragam sekolah yang dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kami tidak terlibat sama sekali. Pengadaan itu merupakan hasil kesepakatan antara Komite Sekolah dengan paguyuban orang tua siswa,” ujar Kepsek SMP N 1 Ngawen, Wariso, Senin (21/9).

Dikatakannya, di luar seragam batik Klaten, harga empat stel seragam sekolah, yakni 1 stel seragam sekolah nasional, 1 stel seragam pramuka, 1 stel seragam identitas sekolah serta 1 stel seragam olah raga dan segala atributnya, nominalnya kurang dari Rp 900 ribu.

Pihaknya sejak awal tidak terlibat pengadaan, tapi hanya memfasilitasi dan membantu ketika ada orang tua siswa yang tidak sanggup membayar secara penuh. Pasalnya, harga tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Komite Sekolah dengan paguyuban orang tua siswa. Apalagi pendistribusiannya juga dilakukan langsung oleh paguyuban orang tua siswa.

“Kalau ada orang tua siswa yang tidak mampu, ya tidak apa-apa. Kami siap memfasilitasi dan membantu. Kami bisa usulkan kepada komite sekolah untuk memberikan keringanan kepada orang tua siswa dalam pembayaran dengan cara mencicil,” kata Wariso.

Sementara itu, anggota Formas Pepak, Wening Swasono mengungkapkan, temuan pungutan uang seragam diluar ketentuan sebesar Rp 1 juta tersebut juga terjadi di SMPN 1 Kalikotes. Pihaknya mengancam melaporkan sekolah lainnya yang nekat melakukan pungutan serupa.

“Harga kain untuk celana atau rok di pasar dengan mutu terbaik Rp 47 ribu, dan baju paling bagus Rp 23 ribu per meter. Namun jika diadakan sekolah untuk atasan dan bawahan harganya Rp 282 ribu per meter. Harganya tidak logis, jauh lebih mahal di atas harga pasaran,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge