0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganti Rugi Belum Dibayar, Pemilik Sawah Terkena Proyek Tol Soker Resah

timlo.net/nanin

Tol Sokert papan tulisan di sawah

Boyolali — Sejumlah pemilik sawah yang terkena proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) Desa Dengungan, Kecamatan Banyudono, ramai-ramai memasang papan bertuliskan ’Tanah Belum Dibebaskan’ dilahan mereka. Langkah ini dilakukan, pemilik sawah resah bila tanah mereka dikeruk untuk proyek, sementara tanah belum dibebaskan.

”Ada tiga bidang sawah milik orang tua saya yang terkena proyek tol Soker. Satu bidang sawah sudah dibebaskan dengan nilai ganti rugi yang telah disepakati yaitu, Rp 365.000 per meter persegi. Uang ganti ruginya hingga kini belum kami terima,” ungkap salah satu pemilik sawah Sunarto (40) warga Dukuh Sendutan, Desa Bangak, Senin (21/9).

Sementara dua bidang sawah lainnya hingga kini belum ada kesepakatan nilai ganti ruginya. Pihaknya berharap ada negosiasi ulang mengingat harga tanah di sekitarnya sudah melonjak tajam. Jika ganti rugi ditetapkan Rp 375.000 per meter persegi, dipastikan dirinya bakal rugi, pasalnya harga saat ini melonjak hingga Rp 900.000 per meter persegi.

“Kita inginnya ada negosiasi lagi, harga tanah disini sudah melonjak hampir tiga kali lipat,” tambahnya.

Pemilik sawah lainnya, Sabar (75) mengaku sebidang tanah sawah miliknya juga terkena proyek tol Soker bahkan sudah sepakat dengan harga tanah, yaitu Rp 360.000 per meter persegi untuk luasan tanah 600 meter persegi. Sayangnya, hingga kini pembayaran belum dilakukan.

“Belum dibayarkan, masih terkendala syarat adminitrasi,” tambahnya.

Terpisah, Kades Denggungan, Kecamatan Banyudono, Junaedi mengaku masih ada beberapa bidang tanah sawah yang belum beres proses ganti ruginya. Terkait pemasangan papan di sawah, pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Tidak menjadi masalah, itu masih hak warga,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge