0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

6 Ribu Warga akan Resik-Resik Bengawan Solo

dok.timlo.net/heru murdhani
(ilustrasi) Bengawan Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Klaten — Ribuan orang bakal diterjunkan dalam kegiatan bertajuk Resik-Resik Bengawan Solo pada 11 Oktober mendatang. Agenda itu merupakan salah satu kegiatan rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana.

“Resik-Resik Bengawan Solo akan difokuskan di enam titik,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, di Hotel Grand Tjokro  Klaten, Senin (21/9).

Ke enam titik yang tersebar di wilayah Kota Surakarta itu di antaranya, pintu air Demangan di Kecamatan Pasar Kliwon, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Jembatan Pasar Gede, Jembatan Arifin dan Kandangsapi di Kecamatan Jebres, Sungai Jenes di Kecamatan Laweyan.

Menurutnya, setiap kali Bengawan Solo meluap, keenam titik tersebut dideteksi sebagai penyebab sebagian wilayah di Kota Surakarta menjadi daerah langganan banjir. Pasalnya, kondisinya telah mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat aktivitas warga yang membuang sampah secara sembarangan.

“Yang jelas kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Paska dibersihkan BPBD akan  memantau daerah-daerah rawan banjir di Kota Surakarta. Ketika musim hujan tiba serta masih banjir, tentu akan kita evaluasi,” ujar Sarwa.

Selain melibatkan anggota BPBD, relawan, TNI, dan warga sekitar, pihaknya juga akan mengerahkan sejumlah alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk bersih-bersih anak sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge