0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berbekal Domain Nganggur, Tri Ciptakan Situs E-commerce

Tri Untoro, Dok FB
(Tri Untoro, Dok FB)

Solo—Banyak orang beranggapan jika mereka ingin memulai bisnis baru, mereka perlu modal yang besar. Tapi kadang-kadang untuk memulai sebuah bisnis baru, kita hanya perlu menggunakan apa yang kita miliki. Hal inilah yang dilakukan oleh Tri Untoro, founder dan pengelola situs e-commerce IDpasar.com.

Pemuda yang bekerja di bagian marketing dan e-commerce sebuah penerbit di Solo itu mulai membangun situs e-commerce miliknya dengan sebuah domain yang tidak terpakai, Idbuku.com. Awalnya domain itu dibeli untuk penerbit tempat dia bekerja, sebagai forum komunitas untuk mengumpulkan para penulis. Domain itu dibeli pada akhir 2012, pada awalnya memang ada beberapa penulis yang bergabung tapi kemudian vakum selama enam bulan.

Setelah itu, tren bisnis online mulai muncul. “Saat lihat orang-orang mulai jualan online, akhirnya saya kepikiran saya masih punya situs ini. Kenapa gak saya pakai untuk berjualan?” terang Tri saat dijumpai Timlo.net di sela-sela acara Entrepreneur Gathering 2015 – Digital Summit Start Up Festival yang digelar baru-baru ini di Move Hotel, Solo.

Lagipula Tri memiliki banyak kenalan di dunia penerbitan di Indonesia sehingga dia bisa kerja sama dengan mereka. Pada 2013, situs toko online buku itu pun berdiri. Situs itu sempat mengalami pasang surut. Salah satu pencapaian yang diingat Tri adalah saat dia menjual 100 eksemplar novel. Ternyata setelah itu, pria kelahiran Wonogiri itu kesulitan mendapatkan novel yang sama. “Semua tempat di Solo dan Yogyakarta yang mungkin masih menjual novel ini saya datangi, ternyata kosong,” terang Tri.

Dari situs itu, Tri membuat enam domain lainnya untuk berjualan berbagai produk mulai dari hijab, tas, jersey, buku, batik dan produk keperluan anak. Semua domain itu disatukan dalam satu e-commerce yang bernama IDpasar. Yang menarik adalah Tri menggarap semuanya seorang diri, mulai dari mendesain situs itu, hingga mengisi konten-kontennya. Sementara untuk beberapa produk misalnya buku, batik, tas dan hijab, dia menggandeng beberapa UKM (usaha kecil menengah) di sekitar untuk memasok barang. Awalnya dia mengerjakan situs e-commerce ini di malam hari di sela-sela waktunya bekerja.

Sekarang sistem e-commerce ini sudah berjalan secara otomatis. Untuk saat ini, ada sekitar 900 member yang tergabung dalam situs itu dan sekitar 1600 pembeli. Bisnisnya terus bertumbuh. Misalnya saat lebaran tahun ini, penjualan hijab meningkat tajam hingga omzetnya mencapai Rp 8 juta hanya dalam satu minggu.

Salah satu fitur unggulan di IDpasar, menurut Tri adalah production on demand (POD). Fitur ini memungkinkan para pembeli memesan barang-barang tertentu yang dirancang sesuai ukuran mereka atau custom made dari bahan hingga ukuran produk. Untuk produk-produk POD ini, dia menggandeng beberapa UKM untuk menggarap produk pesanan pembeli.

Saat ini, Tri sedang fokus mencari UKM-UKM yang bersedia bekerja sama dengannya untuk menggarap beberapa produk tertentu. “Misalnya saya sedang mencari produsen kaos polo yang bisa dipesan satuan, terus merchandise pernikahan,” katanya.

Tri mengaku dia saat ini berfokus untuk mengumpulkan lebih banyak UKM untuk bekerja sama memproduksi barang-barang yang ditawarkan dalam program POD di situsnya.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge