0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kontraktor : Fly Over Palur Istimewa

timlo.net/nanang rahadian

Flyover Palur

Karanganyar — Khoirul Huda beserta sejumlah pekerja mondar-mandir pada girder yang disangga dua pilar. Tingginya 6,20 meter di atas tanah. Mereka merapikan tali yang menjuntai, mengikat sling pada besi cor, mengikat hoist pada bagian atas portal agar tidak bergerak saat menggeser portal, melepas besi pengunci portal, dan lain-lain.

Pekerjaan mereka hari itu adalah meletakkan girder yang melintang di atas rel kereta api pada girder head. Sebelumnya, mereka harus menggeser dua portal di antara pilar (P) 3 dan P4 ke dekat P4 dan P5. P4 di barat rel kereta api sedangkan P5 di timur rel kereta api. Setelah selesai dengan girder ketiga, mereka harus menggeser portal ke posisi di antara P3 dan P4.

“Meluncurkan girder terakhir di atas rel. Kalau sampai di atas rel, geser portal lagi seperti proses sebelumnya. Pasang girder ke empat pada girder head. Selesai,” jelas lelaki yang akrab disapa Huda.

Sejumlah orang mungkin berpikir pekerjaan mereka gampang. Mereka mengelas, menyetel alat, menaikkan girder, lalu selesai. Berjalan pada besi yang melintang belasan meter dari tanah seolah mudah. Jangan salah. Mereka harus mengantongi sertifikat untuk mengoperasikan portal seberat 10-12 ton itu. Mereka juga menggunakan pengaman meskipun rata-rata sudah berpengalaman pada proyek serupa di wilayah lain.

Mereka juga menghitung kekuatan. Huda mengaku dua rantai untuk mendorong girder putus saat akan mendorong girder pertama yang melintang di atas rel.

“Satu girder beratnya 160 ton. Kalau kekuatan portal dan alat-alat itu maksimal 300 ton. Masih aman. Kami hitung kekuatan sling. Satu sling bisa angkat 140 ton. Saya pakai dua makanya bisa 280 ton,” jelas dia.

Huda dan sejumlah pekerja bernaung pada salah satu perusahaan kontraktor di Mojokerto Jawa Timur. Dia pamer hasil sentuhan tangannya dan teman-teman, seperti di Cepu, Pasar Kembang Surabaya, Pekanbaru, dan Karanganyar. Semuanya flyover. Namun, dia mengaku pekerjaan flyover di Palur istimewa.

“Bagaimana ya? Di sini prosedur kaku. Beda wilayah, beda aturan. Ribet mau meletakkan girder di atas rel. Padahal di lokasi lain, fly over melintang di atas rel. Tapi enggak kayak di sini. Itu bikin lama,” jelas dia sembari tertawa.

“Kalau lewat fly over yang kami bangun itu puas. ‘Ini bikinan kami’. Pekerjaan yang butuh waktu lama. Ini (Flyover di Palur) sekitar 3 bulan. Tapi puas,” kata Huda.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge