0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Pedagang Jerami Laris Manis

timlo.net/nanang rahadian

Pedagang jerami di Pasar Hewan Karangpandan

Karanganyar — Musim kemarau panjang ternyata tidak selamanya merugikan. Salah satu yang diuntungkan dengan musim kemarau adalah para pedagang jerami. Meski harga lumayan tinggi namun para peternak di Karanganyar tetap membutuhkan mereka untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

“Sudah dua truk hari ini langsung habis padahal biasanya satu truk saja sampai pasar sepi belum habis,” kata Atmo saat ditemui di Pasar Hewan Karangpandan, Jumat (18/9).

Atmo mengatakan, jika hari biasa dia hanya bisa menghabiskan satu truk jerami saja. Namun menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban ini dia bisa menghabiskan hingga tiga truk.

“Harga kulaknya juga naik, biasanya Rp 300 ribu sekarang jadi Rp 500 ribu per truk,” kata Atmo.

Kenaikan itu memaksanya menaikkan harga jual per ikatnya. Satu ikat jerami ukuran kecil dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu. Sedangkan satu ikat ukuran besar dari harga Rp 25 ribu naik menjadi Rp 35 ribu.

“Kita carinya juga susah, nyari ke sawah yang panen, kadang-kadang sampai luar kota. Kalau nggak ya nunggu dari pengepul,” jelas Atmo.

Sementara itu, seorang pengepul jerami Prawiro, dia membeli dari yang punya sawah kemudian memotong-motong hingga mengikatnya sendiri. Setelah itu baru di bawa ke pedagang di pasar-pasar hewan.

“Paling untungnya hanya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu, habis buat bayar tenaga dan bayar sewa truk,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge