0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengguna CFD Dukung Penyelamatan Sriwedari

dok.timlo.net/red
Lahan Sriwedari (dok.timlo.net/red)

Solo – Dengan semangat, Fadilah, mahasiswa UMS asal Malang berfoto dengan bingkai bertuliskan RIP Sriwedari. Bingkai itu disediakan bagi pengunjung Car Free Day (CFD) yang ingin memberikan dukungannya untuk Sriwedari. Warga juga bisa membubuhkan tanda tangan di MMT putih.

Bagi Fadilah, begitulah cara dia memberikan dukungan agar Sriwedari tetap bisa menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Tentu kita mendukung Sriwedari (jadi milik Pemkot). Itu kan tempat bersejarah, masak ya mau dieksekusi,” kata mahasiswa jurusan FKIP Bahasa Indonesia ini kepada wartawan, Minggu (20/9).

Fadilah mengaku sudah mendengar kabar eksekusi terhadap Sriwedari. Meski demikian, Fadilah mengaku tidak mengetahui Sriwedari dengan baik lantaran ia baru beberapa kali ke Sriwedari.

Aditya Chandra (18), juga tidak ingin Sriwedari sebagai ruang publik dieksekusi. Jika betul-betul dieksekusi, ruang publik di Solo akan semakin sedikit.

“Janganlah dieksekusi. Itu kan tempat tongkrongan yang asik. Kalau dieksekusi kita bakal kehilangan tempat nongkrong,” ujar mahasiswa Poltekes Mojosongo ini.

Dukungan untuk penyelamatan Sriwedari terus mengalir dari publik Solo seiring keluarnya surat teguran (Aanmaning) perintah eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN Solo). Saat ini, tim 5 yang dibentuk seniman dan budayawan Solo juga tengah menyusun pernyataan sikap meminta pengembalian Sriwedari menjadi milik negara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge