0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kabut Asap, Palangkaraya Paling Terdampak Polusi

dok.merdeka.com

Kota Palangkaraya

Timlo.net – Kualitas udara di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tergolong paling parah selama diserang kabut asap akibat kebakaran hutan. Air Quality Index (AQI) mencatat kota ini memperoleh skor 515, tingkatan sangat berbahaya bagi warga.

Level polusi udara ini untuk sementara jauh meninggalkan kota-kota industri yang dikenal kotor belahan dunia lainnya. Ambil contoh Shanghai, salah satu kota dengan polusi terparah di China, berada dalam skor 191. Sentra pabrik batu bara di Negeri Tirai Bambu, Laiwu, juga tingkat kekotoran udaranya cuma mencapai 205.

Dalam situasi normal, dua kota itu seharusnya lebih kotor dibanding Palangkaraya. Indeks polusi menyeramkan itu dipicu kebakaran hutan yang sampai sekarang coba dipadamkan pemerintah.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (19/9), di urutan kedua ada Pekanbaru, Riau, dengan skor 450. Penyebabnya juga serupa, kebakaran hutan akibat pembakaran lahan sawit oleh korporasi besar dan warga.

Ekspor asap Indonesia membuat indeks polusi di Singapura dan Malaysia turut terdongkrak. Tingkat polutan di Singapura mencapai 194.

Menariknya, sama-sama mengalami skala kebakaran hutan yang massif, tingkat polusi di sekitar California, AS, tak melebihi 180.

Dalam indeks kualitas udara ini, kota-kota besar dunia biasanya berada dalam level 51-100, artinya polusi ada tapi masih bisa ditoleransi. Contohnya Jakarta, skornya 71, jauh di bawah Palangkaraya dan Pekanbaru selama sepekan terakhir.

Sedangkan indeks 101-150 mulai berbahaya bagi sebagian penduduk. Di atas 200, udara bisa memicu gangguan kesehatan. Dan jika skornya tembus di atas 300 seperti yang dialami Riau dan kalimantan, artinya warga akan mengidap penyakit serius cepat atau lambat.

Dalam situs AQI, diprediksi 6.5 juta hingga 2050 nanti akan meninggal karena penyakit dipicu polusi udara. Diperkirakan mayoritas datang dari Asia yang menggenjot industrialisasi.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge