0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerhana Bulan Super Blood Moon 28 September Pertanda Kiamat?

Dok: Timlo.net/Discovery.com.
Blood moon. (Dok: Timlo.net/Discovery.com. )

Timlo.net—Sebuah kejadian astrologis langka yang akan terjadi akhir bulan ini, menurut seorang pastor bisa menjadi pertanda akhir zaman. Gerhana bulan keempat dalam waktu dua tahun, dikenal sebagai “tetrad” akan berlangsung pada 28 September. Gerhana bulan sebelumnya berlangsung pada saat perayaan hari keagamaan bangsa Yahudi.

Gerhana itu membuat bulan terlihat merah sehingga dinamai “blood moon” dan gerhana keempat dan terakhir dalam tetrad ini disebut “supermoon” karena bulan terlihat lebih besar.

Beberapa kelompok Kristen percaya peristiwa ini bisa menandai awal masa-masa buruk berdasarkan salah satu ayat di Alkitab: “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.”

Ketakutan kelompok ini bertambah setelah mengamati setiap gerhana bulan darah pada tetrad ini jatuh momen khusus. Misalnya gerhana pertama terjadi pada Hari Paskah (14 April 2014), Hari Raya Pondok Daun (8 Oktober 2014), Paskah (4 April 2015) dan pada 28 September mendatang Hari Raya Pondok Daun.

Untuk mereka yang percaya jika gerhana ini adalah pertanda kiamat, maka gerhana ini adalah penggenapan dari nubuatan para nabi dalam Perjanjian Lama tentang kiamat, tulis New York Post.

John Hagee, seorang pastor telah menulis buku tentang Tetrad berjudul “Four Blood Moons: Something is About to Change.” Dia berkata jika setelah gerhana bulan darah pertama pada tetrad ini menandai dimulainya sebuah peristiwa yang sangat penting di dunia.

Hagee berkata setiap kali tetrad dimulai, kejadian penting terjadi. Pada 1943, pada tetrad pertama terjadi pengusiran terhadap orang Yahudi oleh Gereja Spanyol. Tetrad kedua pada 1949 terjadi setelah negara Israel berdiri, dan tetrad ketiga pada 1967 terjadi selama perang enam hari antara Israel dan Arab.

Dalam bukunya, Hagee berkata: “Langit adalah papan pengumuman Tuhan. Dia mengirim sinyal-sinyal ke Bumi dan kita belum menyadarinya. Dua bulan darah pada 2014 dan 2015 menunjukkan adanya event-event dramatis di Timur Tengah, dan sebagai hasilnya, menyebabkan perubahan-perubahan di seluruh dunia.”

Gerhana bulan terjadi saat bulan melewati bayang-bayang bumi dan terlihat merah karena pembiasan cahaya berbeda dan menyentuh permukaan bulan. Pada 28 September mendatang, bulan akan terlihat 14 persen lebih besar karena satelit itu lebih dekat dengan Bumi.

Sejak 1990 ada 5 gerhana bulan “supermoon” yaitu pada 1910, 1928, 1946, 1964 dan 1982. Gerhana bulan biasa kerap terjadi saat bumi berada di tengah matahari dan bulan. Tapi dalam kasus ini, bayangan bumi tidak sepenuhnya menutupi bulan, tapi membuat bulan terlihat merah karena manipulasi cahaya matahari yang terkena atmosfer bumi.

Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge