0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stres Kehabisan Uang, Ibu Aniaya Bayinya Hingga Tewas

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Perbuatan keji dilakukan oleh seorang ibu, Nurlaela (42) warga Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dia tega menganiaya anak kandungnya sendiri, Nur Qoidatul Sakiyah, yang baru berusia 18 bulan. Diduga, aksi nekat ini dilakukan lantaran kondisi ekonomi. Pelaku kehabisan uang setelah melahirkan anak bungsunya itu dengan cara operasi caesar.

Penganiayaan terkuak pada Kamis (17/9) siang. Saat itu, warga setempat mendengar suara jeritan dan tangisan histeris Nurlaela. Pelaku meminta tolong usai melihat anaknya tak sadarkan diri.

“Mendengar teriakan itu, para tetangga langsung mendatangi rumahnya untuk memastikan apa yang terjadi. Tapi, saat tetangga datang, kondisi ponakan saya sudah tergeletak di bawah tak sadarkan diri,” ungkap paman korban, Subhan, Jumat (18/9).

Melihat kondisi itu, warga melarikan korban ke Puskesmas terdekat. Bayi mungil tergeletak dengan luka lebam di bagian muka sebelah kiri dan kanan.

“Petugas puskesmas tidak mampu menangani, kemudian mereka menyarankan agar dirujuk ke RSUD Brebes. Karena lokasinya jauh dari sini. Maka, kami putuskan membawa Sakiyah ke RS Wallet Cirebon, Jawa Barat,” terangnya.

Di RS tersebut korban langsung mendapatkan perawatan medis. Namun sekitar pukul 23.00 WIB nyawa Nurlaela tidak tertolong. Peristiwa ini lantas Nurlaela ini baru dilaporkan ke Polres Brebes, Jumat (18/9).

Subhan mengakui, kondisi kejiwaan Nurlaela dalam kondisi labil sejak melahirkan anak bungsunya tersebut. Bahkan, Nurlaela sering melamun meski kadang-kadang diajak berbicara oleh saudara dan tetangganya.

“Pengakuan dari beberapa tetangga Nurlaela sering memarahi dan memukuli ketiga anaknya. Apalagi kepada si bungsu Sakiyah. Karena Sakiyah dianggap banyak menghabiskan uang karena melahirkan caesar,” tuturnya.

Sementara ayah korban, Sofiudin (48) saat kejadian tidak sedang berada di rumah. Dia sedang bekerja sebagai buruh serabutan.

Kapolsek Tanjung, AKP Supriyadi mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Pelaku belum kami amankan karena kondisinya labil. Takut terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan sehingga belum bisa dimintai keterangan. Dan kini masih kami minta pihak keluarga untuk berupaya menenangkan,” tegasnya.

Untuk memastikan kejiwaan pelaku, pihaknya akan mendatangkan tim kedokteran kepolisian Bidokkes Polda Jawa Tengah.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge