0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meresahkan, Kampanye Bernuansa SARA Bisa Dibubarkan

dok.timlo.net/daryono
Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo menilai kampanye berbau suku, agama dan ras antar golongan (SARA) yang meresahkan masyarakat bisa dibubarkan. Pembubaran dilakukan setelah mengantongi rekomendasi panitia pengawas pemilu (Panwaslu).

“Kalau berpotensi meresahkan bisa dibubarkan setelah ada rekomendasi panwaslu,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Jumat (18/9).

Namun demikian, penyikapan terhadap kampanye mengarah SARA harus berhati-hati. Terlebih dulu, perlu didalami siapa pelaksana kampanye, siapa petugas kampanyenya dan apakah kegiatan tersebut bisa dikategorikan kampanye.

“Misalnya ada tokoh agama sedang berikan ceramah keagamanaan kemudian menyerempet ke SARA misalnya. Ketika ini tidak didaftarkan ke KPU, artinya disini bukan menjadi kewenangan (untuk dibubarkan),” ujar dia.

Agus menambahkan, dalam Undang-Undang No 1 Tahun 2015 dan Peraturan KPU No 7 Tahun 2015 disebutkan kampanye bernuansa SARA bakal dikenai sanksi pidana.

“Calon maupun tim kampanye dilarang melakukan kampanye yang menghina agama, suku, ras, golongan calon gubernur, walikota/bupati dan atau parpol,” ujar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Pasar Kliwon menerima laporan dari masyarakat mengenai banyaknya kampanye yang mengarah pada SARA. Dalam kegiatan pengajian rumahan itu, masyarakat diajak memilih calon walikota dengan agama tertentu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge