0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Pemugaran Candi Sukuh Temukan Fakta Baru

timlo.net/nanang rahadian

Pemugaran Candi Induk Sukuh

Karanganyar – Tim pemugaran Candi Induk Sukuh tidak menemukan artefak saat penggalian dan pengerukan bagian atas candi. Namun tim menemukan fakta baru jika bagian dalam candi merupakan sebuah bukit.

“Tim sudah mengeruk tanah pada bagian atas Candi Induk Sukuh. Mereka juga memugar batu pada tangga bagian bawah. Namun, tidak menemukan artefak maupun hal lain,” kata Koordinator Pemugaran Candi Induk Sukuh, Sudarno, Kamis (17/9).

Menurut Sudarno, tim justru menemukan bagian akar pohon beringin menembus tangga bagian bawah Candi. Akar ini kalau tidak segera di lakukan rekayasa akan merusakkan candi.

“Kami manut. Kalau para ahli mengusulkan dipugar semua, kami jalan. Tetapi, secara nalar dan teknis, menurut saya tidak perlu. Sesuatu yang mungkin ada itu kan ternyata malah ditemukan di luar Candi Induk Sukuh,” kata Sudarno..

Sudarno menegaskan prinsip pemugaran hanya menghambat proses perusakan. Selain itu, pemugaran juga diharapkan dapat memperpanjang usia bangunan.

Pantauan wartawan, tanah pada bagian atas Candi Induk Sukuh sudah dikeruk. Tanah dipindahkan ke sebelah utara candi. Hasil pengerukan menemukan bagian dalam Candi Induk Sukuh berupa bukit. Tim juga memugar batu pada bagian tangga. Mereka menemukan akar menembus dari bagian dalam candi hingga luar.

Deny menegaskan hasil penelitian menyatakan bagian dalam batu periode I atau batu berwarna cokelat muda adalah bukit. Fakta itu muncul setelah mereka mengeruk tanah di bagian atas Candi Induk. Batu periode I adalah batu yang berada pada bagian dalam candi atau setelah batu kulit (batu periode II).

Hal senada disampaikan Anggota SPI BPCB Jateng, Putu Danan Jaya. Putu menjelaskan situs yang dianggap penting pada setiap candi berbeda. Tidak selalu di tengah atau paling atas.

“Candi Sukuh ini masih digunakan untuk ruwatan. Tingkatan pada candi pasti ada makna. Situs yang dianggap penting itu di teras. Tempat suci tidak selalu ada di tempat utama. Oleh karena itu kami mengumpulkan data dan kajian,” tutur dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge