0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dokter Harus Lulus Uji Kompetensi Nasional

Ketua Umum AIPKI, Prof Dr dr Hartono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Prof Dr dr Hartono menyatakan, sebelum mengangkat sumpah sebagai dokter, mahasiswa Fakultas Kedokteran harus lulus uji kompetensi dokter yang bersifat nasional. Bila belum lulus, mereka tidak diberikan ijazah dan disumpah sebagai dokter.

“Hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, pasal 36 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 30 tahun 2014,” jelas Prof Hartono saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jumat (18/9).

Ujian kompetensi dokter, menurut Prof Hartono yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UNS,  salah satunya upaya untuk menjaga mutu lulusan kedokteran. Sekaligus untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan kesehatan, juga kedepan sehubungan pasar bebas Asean.

“Sehingga kompetensi dokter sesuai standar mengacu standar kompetensi internasional,” tandasnya.

Paling tidak, kata Hartono, mereka yang lolos uji kompetensi menguasai 144 penyakit penting yang sering ditemui di masyarakat. Ke 144 penyakit itu bisa ditangani secara komprehensif, mampu didiagnosis dan ditangani secara tuntas, serta ditingkatkan derajat kesehatannya.

Sesuai amanat undang-undang tentang Pendidikan Kedokteran, kepanitiaan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) di bawah koordinasi AIPKI bekerjasama dengan organisasi profesi, dalam hal ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge