0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Jembatan Plegung Dikebut

dok.timlo.net/nanin
Pembangunan Jembatan Plegung, Sawit, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Proyek pembangunan Jembatan Plegung atau Jembatan Mangkubumen, Desa Tegalrejo, Sawit, Boyolali terus dikebut. Proyek jembatan senilai Rp 900 juta ini diharapkan selesai bulan depan.

“Kendala yang kita hadapi lokasi jembatan sempit sehingga alat berat tidak bisa maksimal,” ujar pengawas proyek, Supriyono, Jumat (18/9).

Dijelaskan, kendala tersebut ditemui saat persiapan pembuatan pondasi. Lokasi yang sempit membuat alat berat tidak bisa bekerja maksimal. Saat ini proyek sudah memasuki tahap pembuatan landasan gelagar besi. Setelah selesai maka gelagar bisa segera dipasang dan dilakukan perakitan besi cor.

“Setelah ini baru bisa melakukan pengecoran lantai jembatan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaam Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali, M Qodri mengungkapkan, proyek Jembatan Mangkubumen masuk dalam prioritas. Pasalnya, jembatan penghubung Desa Tegalrejo dengan Desa Doplang, Kecamatan Sawit tersebut menjadi jalur utama pemilik kolam dan para pengepul ikan lele.

“Jembatan ini salah satu penunjang kegiatan ekonom warga, harus segera diselesaikan,” ungkap M Qodri.

Pembangunan Jembatan Plegung disambut antuasia warga. Bahkan sebelum dibangun, jembatan Plegung yang roboh akibat diterjang banjir, oleh warga pernah dibuat jembatan darurat dari kayu dan bambu. Pembuatan jembatan darurat juga mendapat dukungan dana dari pemerintah desa setempat dengan anggaran Rp 10 juta.

Sementara ,akibat putusnya jembatan Plegung, akses jalan dari Kampung Lele ke arah Desa Doplang dan Kantor Kecamatan Sawit terputus total. Warga terpaksa harus memutar, melalui Desa Doplang sejauh 2,5 kilometer.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge