0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

APK Dipasang Asal-Asalan, KPUD Semprit Rekanan

Alat peraga kampanye dipasang asal-asalan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — KPUD Boyolali menemukan banyak sekali alat peraga kampanye (APK) yang dipasang asal-asalan oleh rekanan. Salah satunya dipasang di depan kantor pemerintahan dan balai desa. Selain itu, juga banyak ditemukan dipasang di pagar rumah warga tanpa ijin. Hal ini dinilai melanggar aturan PKPU 7/2015 dan SK KPUD Boyolali.

“Sesuai aturan, apk harus dipasang berjarak 10 meter dari kantor instansi pemerintah,” ungkap Ketua KPUD Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, Jumat (18/9).

Pihaknya langsung menegur rekanan dan diminta untuk segera memindahkan apk ke lokasi yang telah ditentukan. Selain hasil temuan langsung di lapangan, KPUD selama ini juga banyak mendapat laporan terkait apk yang dipasang asal-asalan.

“Semua laporan sudah kita tindak lanjuti, kita langsung turun ke lapangan dan mendata apk yang dipasang di lokasi yang dilarang,” tambahnya.

Selain meminta rekanan untuk segera memindahkan, pihaknya juga sudah mengkoordinasikan PPK dan Panwascam di tiap kecamatan untuk berkoordinasi dengan pasangan calon (Paslon) untuk ikut mencermati pemasangan APK-APK tersebut.  Dijelaskan, pemasangan APK harus sesuai ketentuan terutama jarak dengan kantor instansi pemerintahan maupun pendidikan.

“Kalau dipasang di rumah warga harus minta ijin dulu, tidak bisa langsung pasang begitu saja,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penertiban APK bersama Satpol PP. Hasil penertiban yang dilakukan di sepanjang pertigaan Satlantas Boyolali hingga Tlatar serta di wilayah Kecamatan Teras hingga perbatasan Klaten, dan di sepanjang Jalan Bangak-Simo, sedikitnya 178 baner APK liar yang berhasil diturunkan petugas.

“Hanya yang dibuat KPUD saja yang boleh dipasang, di luar itu langsung kita turunkan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge