0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Difabel Klaten Dilibatkan dalam Penanggulangan Bencana

dok.timlo.net/aditya wijaya
Pelatihan penanganan bencana bagi kelompok difabel di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Belasan ribu penyandang disabilitas di Klaten membutuhkan perlakuan khusus ketika keadaan bencana. Hal itulah yang mendorong BPBD Klaten menggelar Pelatihan Bencana Bagi Kelompok Rentan di Shelter Menden, Desa Menden, Kecamatan Kebonarum.

“Teman-teman difabel kami libatkan sebagai pelaku penanggulangan bencana. Pasalnya selama ini relawan masih kekurangan informasi dalam penangananan disabilitas,” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Klaten Nur Tjahjono, Kamis (17/9).

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Penyandang Cacat Klaten (PPCK) Suhardi Riyanto mengatakan, penanganan bagi penderita difabel seperti tunanetra, tunadaksa, tunarungu ataupun tunawicara berbeda-beda. Dicontohkan, penanganan untuk tuna daksa  dengan kursi roda maka saat menaikkan atau menurunkan di shelter harus diputar lebih dulu kursinya.

”Sedangkan untuk tunanetra, ketika menolong tidak bisa asal langsung ditarik tangannya. Tapi kita harus menyentuh lengan mereka, lalu tangannya diletakkan di pundak. Secara halus beritahu tujuan kita membawanya ke tempat yang aman. Nanti pasti dia akan mengikuti,” katanya.

Ditambahkan, selain bawaan sejak lahir, tidak sedikit penyandang difabel di Klaten akibat gempa berkekuatan 7,6 skala ritcher (SR) pada 2006 silam. Dari 11.116 penyandang difabel di Klaten, paling banyak berasal dari Kecamatan Kemalang, Trucuk dan Cawas.

“Pemerintah terbilang cukup memperhatikan kebutuhan penyandang difabel dengan menyediakan jalur khusus di kantor-kantor pemerintahan maupun di area publik. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jalur khusus bagi tuna netra di trotoar karena masih sering dipasangi rambu-rambu, tiang lampu, atau pot bunga,” tambahnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge