0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karyawan OC Kaligis Tak Gajian Dua Bulan

dok.merdeka.com

OC Kaligis

Timlo.net – Kantor OC Kaligis & Associates terancam bangkrut. Operasional kantor itu juga berhenti dalam beberapa bulan terakhir.

Operasional kantor OC Kaligis berhenti karena rekening bekas pengacara Soeharto itu diblokir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karyawan Kaligis pun terpaksa dua bulan tidak gajian.

“Ini untuk matikan kantor saya. 70 Persen pegawai saya, 2 bulan enggak bayar gaji. Kalau mau jadi target, saya saja. Dan lucunya, (duit) masuk boleh, keluar enggak boleh,” kata OC Kaligis, Kamis (17/9).

Kaligis sudah minta berkali-kali kepada KPK untuk membuka blokir rekeningnya, tapi tidak juga dikabulkan. Padahal, dia mengklaim, rekening yang diblokir tidak memiliki hubungan dengan kasus dugaan suap hakim PTUN Medan yang menjeratnya.

“Yang didakwa saya sendiri. Sedangkan rekening itu dari tahun ke tahun untuk bayar gaji dan pajak. Itu rekening (harusnya) tidak disita, apalagi ini bukan money laundering,” kata Kaligis.

Dengan alasan berpengaruh pada penghidupan banyak orang, Kaligis pun lantas meminta Majelis Hakim yang diketuai Hakim Sumpeno agar mempertimbangkan permintaannya untuk membuka kembali rekening tersebut.

“Mohon dipertimbangkan, karena Pasal 38 KUHAP tidak jelas. Ini HAM pengacara-pengacara saya, sudah ada 20 tahun kerja, mereka nangis saat saya bilang enggak bisa bayar gaji. Ini bisa mati orang, mohon dengan sangat, rekening perlu untuk kantor saya,” OC Kaligis.

Apapun alasan Kaligis, KPK tetap bergeming. Pasalnya, saat ini KPK tengah melakukan penyelidikan kasus baru yang melibatkan pengacara kondang tersebut.

“Bahwa penanganan perkara atas nama terdakwa OC Kaligis tidak berdiri sendiri dan berkaitan dengan perkara lain yang penyidikannya belum selesai. Rekening terdakwa memiliki keterkaitan baik langsung atau tidak langsung dengan perkara lain yang penyidikannya belum selesai tersebut, dan karenanya pemblokiran rekening atas nama terdakwa saat ini masih diperlukan,” kata Jaksa Yudi Kristiana.

Menurut Yudi, dalam pengembangan kasus, lembaga antirasuah menemukan adanya transaksi mencurigakan dari rekening milik OC Kaligis yang disita. Sehingga, lanjut dia, hal itu bisa menjadi bukti permulaan untuk menjerat OC Kaligis menjadi pesakitan dalam kasus baru tersebut.

“Ditemukan adanya suspicious transaction atau transaksi yang mencurigakan yang dapat dijadikan bukti permulaan tentang adanya proceed of crime yang tercermin dari transaksi rekening terdakwa,,” ujar Jaksa Yudi.

Untuk itu, Jaksa Yudi menegaskan jika KPK tidak bisa mengabulkan permintaan OC Kaligis perihal pembukaan rekening yang diblokir tersebut. Terlebih, kewenangan KPK untuk melakukan pemblokiran rekening tertuang dalam Undang-Undang.

“Ini sejalan dengan kewenangan KPK yang diatur dalam UU nomor 30 2002 tentang KPK Pasal 12 Ayat 1, dalam melaksanakan tugas penyidikan, penyelidikan dan penuntutan KPK berwenang memerintahkan kepada bank untuk memblokir rekening yang diduga milik terdakwa,” pungkasnya.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge